ADINEGORO, METRO – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade menyebutkan, meski partainya tak perlu berkoalisi untuk mencalonkan pasangan Gubernur-Wakil Gubernur, tapi kemungkinan masih terbuka. Karena, Gerindra tak ingin jemawa meski menjadi pemenang Pileg di Sumbar.
“Kami sudah memiliki 14 kursi dari 13 syarat minimal mendaftarkan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur. Gerindra malah menjadi satu-satunya partai yang memiliki kursi cukup, disusul PKS, PAN dan Demokrat masing-masing 10 kursi. Namun, menghadapi pemilihan Gubernur, kami tetap membuka koalisi dengan partai lain,” kata anggota Badan Komunikasi Partai Gerindra ini, kemarin.
Andre yang juga anggota DPR RI terpilih asal Sumbar ini menyebutkan, sampai hari ini Gerindra belum memastikan siapa yang akan dimajukan. Karena masih menunggu proses, seperti pendaftaran, atau survei yang dilakukan untuk kader maupun nonkader. Karena itulah, kemungkinan berkoalisi atau maju sendiri masih terbuka lebar.
“Jika nantinya Gerindra memutuskan tak berkoalisi, bisa saja pasangan yang kami usung adalah orang profesional atau birokrat yang mumpuni dan diterima masyarakat Sumbar. Kalau kedua-duanya dari Gerindra juga tidak menutup kemungkinan. Karena Gerindra memiliki kader-kader yang hebat,” sebut ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Untuk berkoalisi, sebut Andre, tentu menunggu arahan dari pusat. Apakah masih di seputaran partai pendukung Prabowo-Sandi di Pilpres lalu, atau bisa juga dengan partai-partai di luar itu.
“Nanti kita putuskan di DPP Gerindra lah. Kan meskipun koalisi, kita tak mematok kursi lagi. Mau satu kursi, atau 13 kursi sama saja. Yang jelas kita akan majukan pasangan calon menang,” sebut Andre.
Disinggung mengenai kesiapannya dalam Pilgub 2020, Andre tak ingin bercerita banyak. Katanya, dia lebih fokus menjalanlan tugas sebagai anggota DPR RI yang akan dilantik 1 Oktober mendatang. “Kita lihat saja nanti. Sebagai kader, saya sudah menyatakan siap menjalankan amanah partai saja. Kalau memang disuruh maju kenapa tidak,” sebut alumni SMA 2 Padang ini.
Seperti diketahui, sebelumnya Wakil Ketua DPP Gerindra Fadli Zon mengatakan, nama Ketua DPD Partai Gerindra yang juga Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abbit belum sepenuhnya akan ditetapkan sebagai bakal calon Gubernur yang akan diusung oleh Partai Gerindra pada Pilkada 2020 mendatang. Hingga saat ini masih mempertimbangkan beberapa nama untuk diusung sebagai kandidat kepala daerah.
“Belum, sampai saat ini, kita belum putuskan satu namapun sebagai Cagub yang akan kita usung di Pilkada Sumbar, bahkan termasuk nama Pak Nasrul,” jelas Fadli.
Ia menambahkan, meski menjabat sebagai Ketua DPD dan Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul tidak serta merta lolos dan otomatis diusung sebagai Cagub. Fadli Zon kepada wartawan menjelaskan sebagai partai peraih suara terbanyak di Pileg 2019 lalu di Sumatera Barat, Gerindra berkeinginan untuk memberikan apresiasi kepada warga masyarakat Sumatera Barat dengan mengusung kandidat kepala daerah yang mampu mengubah kondisi Sumbar menjadi lebih maju.
“Harus kita akui, selama ini pembangunan di Sumbar tidak sepogresif daerah lain, kami ingin memberikan yang terbaik kepada masyarakat Sumatera Barat. Selama ini pembangunan dalam segala hal di Sumbar tidak seperti daerah lain,” ujarnya.
Fadli bahkan menambahkan, DPP Partai Gerindra akan segera menggelar jajak pendapat publik guna mengetahui selera masyarakat Sumbar tentang figur pemimpin dimasa depan. Jajak pendapat itu, tambahnya ditujukan untuk mengetahui opini pemilih terkait kriteria pemimpin yang diinginkan serta mengukur elektabilitas calon yang saat ini tengah beredar di kalangan masyarakat.
“Kalau perlu kami akan ajukan calon dari kalangan anak muda yang memiliki berprestasi serta berpikir dan memiliki jaringan di tingkat nasional untuk merubah wajah pembangunan di Sumbar,” tukasnya. (r)





