METRO SUMBAR

Dampak Kabut Asap, Liburkan Anak Sekolah

0
×

Dampak Kabut Asap, Liburkan Anak Sekolah

Sebarkan artikel ini

MENANGGAPI bencana kabut asap yang terus meningkat di Pariaman, Pemko Pariaman meliburkan aktifitas berlajar mengajar sampai 26 September.
”Mengacu pada informasi dari BMKG Bukit Kototabang, hasil rekaman keadaan udara sudah mencapai level berbahaya, yakni mencapai angka 458 pada pukul 09.00 tadi pagi. Angka ini meningkat tajam jika dibandingkan pada pukul 06.00 pagi tadi yakni 253,” kata  Asisten Perekonomian Setdako Pariaman , Sumiramis.
Menurut informasi dari BMKG bahwa arah angin menuju Sumatera Barat, sehingga kabut asap dari Riau dan Jambi semakin tebal di Kota Pariaman dan ini diperkirakan meningkat hingga siang ini.
“Untuk itu kami mengambil kebijakan dengan meliburkan anak sekolah mulai dari tingkat PAUD/TK hingga SMA/SMK dari Senin (23/9) hingga 26 September. Setelah itu akan dilihat perkembangan keadaan udara di Kota Pariaman, jika masih berbahaya akan kita perpanjang masa libur ini,” ujarnya.
Sementara itu, Kadis Kesehatan Kota Pariaman, Syahrul mengatakan bahwa Pemko Pariaman melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait akan membagikan 20 ribu masker kepada masyarakat Kota Pariaman.
“Dalam seminggu terakhir kami telah membagikan 30 ribu masker kepada masyarakat baik di jalan, pasar hingga ke sekolah-sekolah. Dan hari ini akan kita bagikan lagi sekitar 20 ribu masker kepada masyarakat yang melintas di Simpang Tabuik, Simpang Jati, Pasar Pariaman dan Pasar Kuraitaji dan beberapa titik strategis lainnya,” terang kadis yang juga Ketua PMI Kota Pariaman ini.
Dia hingga kini terus melakukan imbauan kepada masyarakat dan membagikan selebaran melalui puskesmas-puskesmas yang ada di Kota Pariaman agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar ruang dan menganjurkan tetap memakai masker jika di luar ruang.
Apalagi katanya, Dinkes Kota Pariaman mencatat terjadi penigkatan angka kasus ISPA di Kota Pariaman. Hingga pertengahan bulan September 2019 ini telah mencapai 700 kasus, jika dibangdingkan dengan angka pada bulan Juli 900 kasus dan bulan Agustus hanya 1000. “Artinya pada pertengahan bulan ini sudah terjadi peningkatan hingga 15 persen,” tandasnya.(efa)