DHARMASRAYAMETRO SUMBAR

12.000 Pengunjung Penuhi Candi Pulau Sawah

0
×

12.000 Pengunjung Penuhi Candi Pulau Sawah

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, METRO – Karnaval Arung Pamalayu membuka peringatan Hari Kemaritiman yang ke-55 di Komplek Candi Pulau Sawah, Dharmasraya, Senin (23/9). Karnaval Arung Pamalayu adalah salah satu agenda Festival Pamalayu yang dimulai sejak 22 Agustus 2019 hingga 7 Januari 2020 nanti. Puluhan perahu membawa rombongan Wakil Bupati Dharmasraya H Amrizal Dt Rajo Medan, Bupati Tanjung Jabung Timur Rommy Haryanto dan rombongan tamu dari Jambi, ninik mamak dan tokoh masyarakat dari berbagai nagari di Dharmasraya serta para jurnalis.
Parade perahu barlayar sekitar 25 menit dari jembatan kabel menuju Komplek Candi Pulau Sawah. Parade perahu ini menjadi simbol penggunaan Sungai Batanghari sebagai urat nadi transportasi dan jalur perdagangan masa lalu. Sementara itu di Pulau Sawah tepantya di Komplek Candi Pulau Sawah telah menunggu Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan, Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal, Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo, para pembicara dan sekitar 12000 an masyarakat Dharmasraya dan Sumbar memenuhi lokasi candi.
Bahkan terjadi kemacetan sepanjang 5 KM di pintu masuk Komplek Candi Pulau Sawah sejak pukul 09.15 pagi. Ternyata hingga pukuk 15.00 WIB kemacetan masih belum bisa terurai. Ini membuktikan bahwa alek besar Festival Pamalayu memiliki daya tarik yang luar biasa bagi masyarakat.
Komplek Candi Pulau Sawah seluas 35 hektare dipenuhi sekitar 12000 pengunjung yang hadir dari seluruh pelosok Dharmasraya mauoun Sumbar.
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengatakan, terima kasih kepada masyarakat Dharmasraya yang telah bekerja keras menyiapkan acara tersebut selama leboh kurang 2 minggu terakhir.
Menurutnya, peringatan hari kemaritiman di pinggir Sungai Batanghari perlu untuk dijadikan pengingat, bahwa bagaimana sungai sebagai urat nadi peradaban masa lalu.
“Sebelum ada tol dan jalan aspal, sungai adalah jalur lalu lintas utama pada masa lalu,” ujar bupati dengan pakaian khas Kerajaan Koto Besarnya.
Ia menambahkan, bahwa peringatan hari kemaritiman di Dharmasraya, merupakan yang kedua kalinya setelah ditetapkan pada 1964. Yang pertama, diperingati pada tahun 1967.
“Hari ini, negara kembali hadir memperingati hari kemaritiman,” ujarnya yang disambut riuh ribuan orang yang hadir. Sutan Riska mengatakan, presiden pada awalnya dijadwalkan menghadiri karnaval yang dirangkai dengan talkshow tersebut. Karena ada agenda yang tak bisa ditinggalkan, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko yang kemudian akan menggantikan. Namun, KSP yang telah bersiap-siap ke Dharmasraya juga batal datang karena agenda mendadak. “Beliau insya Allah akan datang dalam rangkaian acara Festival Pamalayu berikutnya,” kata Bupati.
Sutan Riska mengatakan, upaya Pemkab Dharmasraya menggelar Festival Pamalayu adalah untuk mengangkat peradaban masa lalu, yang ada di Dharmasraya. Sekain itu juga memperkenakkan keoada dunia bahwa Dharmasraya memiliki destinasi wisata yang tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan daerah lainnya.
Menurutnya, upaya merawat peninggalan pada masa lalu, dapat belajar kepada Bangsa Mesir, yang tetap merawat dan mempertahankan piramid sebagai warisan pada zaman Fir’aun, namun tetap teguh dengan Islam sebagai agama yang dianut sebagian besar warganya.
”Kita berharap bisa membuatnya jauh lebih bermanfaat untuk pembangunan dan pariwisata serta mengangkat perekonomian masyarakat,” kata Sutan Riska
Semangat Gotong-royong ribuan warga untuk menyiapkan acara di Dharmasraya, menurutnya, menunjukkan kearifan persatuan dan kerja sama yang telah hidup sejak zaman para leluhur di Dharmasraya. Kapolda Sumbar Irjen Fakhrizal yang didaulat membuka acara memberi apresiasi atas upaya yang dilakukan bupati bersama masyarakat Dharmasraya.
“Berbicara tentang sungai, kita perlu belajar pada filosofi air dalam kehidupan. Air yang mengalir ke tempat lebih rendah, ibarat pemimpin yang bersifat melayani. Seperti air, pemimpin juga perlu mengisi ruang kosong yang belum terisi,” ujar Sutan Riska.
Ia mengatakan, semangat Gotong royong masyarakat Dharmasraya dalam menyukseskan festival pamalayu ini membuktikan bahwa Dharmasraya memiliki kesatuan yang besar.
“Semoga Dharmasraya menjadi Daerah yang lebih maju, aman dan sukses selalu,” ujar Kapolda ninik mamak tersebut.
Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Tukul Rameyo mengatakan, surat presiden kepada Bupati Dharmasraya merupakan restu perayaan hari maritim di Dharmasraya sebagai peringatan nasional.
Menurutnya, hal ini merupakan bagian dari upaya membawa peringatan tersebut kembali oleh negara. Pihaknya, menurut Tukul, juga sudah menjalin jaringan dengan berbagai komunitas kemaritiman di tengah masyarakat. Salah satunya, Perkumpulan Wangsamudra. Terkait peran sungai dalam konsep kemaritiman, menurutnya, adalah bagian tak terpisahkan. “Sungai, tak bisa dipisahkan dari konsep maritim nusantara,” ujarnya. (g)