METRO PADANG

Asap Kebakaran Hutan kian Menebal, Andre: Mungkin Waktunya Sekolah Diliburkan

0
×

Asap Kebakaran Hutan kian Menebal, Andre: Mungkin Waktunya Sekolah Diliburkan

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Anggota DPR RI terpilih asal Sumbar Andre Rosiade meminta Dinas Pendidikan Sumbar dan Kabupaten/Kota untuk mempertimbangkan meliburkan kegiatan sekolah di Sumbar. Pasalnya, kondisi udara di kota/kabupaten sudah sangat mengkhawatirkan dan membahayakan peserta didik. Kalau tidak, akan berakibat fatal bagi mereka.
“Kami membaca laporan pada Sabtu (21/9), berdasarkan pengukuran PM10 pukul 10 wib oleh Stasiun Global Atmosphere Watch (GAW) Bukit Kototabang di Kabupaten Agam, kualitas udara menunjukkan angka 260 mikrogram/m3. Hal ini dinilai sudah berada jauh di atas baku mutu PM10 yaitu 150 ug/m3. Ini artinya, kualitas udara sudah sangat tidak sehat lagi. Apa ini belum membuat Pemprov dan Pemkab/Pemko meliburkan sekolah?” kata Wasekjen DPP Partai Gerindra ini, kemarin.
Andre juga menerima banyak laporan dari masyarakat Sumbar yang anak-anak mereka sakit sesak nafas, batuk, dan kerongkongan yang sakit. Hal itu menandakan, kualitas udara benar-buruk dan membahayakan. Situasi ini menuntut pemerintah daerah peka dan cepat mengambil kebijakan.
“Apa menunggu korban dulu? Tentu tidak kan. Kami juga pantau media sosial warga Sumbar, serta yang memberikan masukan langsung di instagram dan twitter @andre_rosiade. Mereka semua mengeluhkan kualitas udara Kota Padang, Dharmasraya, Limapuluh Kota dan lainnya yang terus memburuk,” sebut ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Satu-satunya yang telah meliburkan siswanya adalah Kabupaten Dharmasraya, yang berbatasan langsung dengan Provinsi Riau. Seharusnya ini bisa diikuti oleh Pemkab/Pemko lain.
“Kami melihat secara nasional, kasus kebakaran hutan belum mereda. Bahkan setelah Pak Jokowi datang ke Riau dan ‘pamer’ sepatu kotornya, asap masih tebal memapar warga,” kata Andre yang juga anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra ini.
Andre memuji langkah yang diambil Pemda yang rencananya akan menggelar shalat minta hujan atau shalat istiaqo. Karena, memadamkan api kebakaran hutan tidak akan sanggup hanya dengan kekuatan manusia saja.
“Kami minta shalat ini juga digelar di kabupaten/kota lain. Karena dengan rahmat Allah dan turunnya hujan, akan memadamkan api. Sekaligus mengurangi kabut asap yang pekat,” kata Andre Rosiade yang meminta warga mengurangi aktivitas luar ruangan serta memakai masker jika harus keluar.
Seperti diberitakan sebelumnya, langit Kota Padang dan hampir sejumlah kabupaten/kota di Sumbar masih belum bersahabat hingga akhir pekan ini. Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di provinsi tetangga Riau masih ‘betah’ bergelayut di langit. Sudah hampir tiga pekan terakhir.
Berdasarkan keterangan tertulis yang dari GAW Kototabany, parameter Aerosol Optical Depth (AOD) menunjukkan nilai >1.6 yang berarti kondisi udara terkontaminasi partikulat padat seperti debu dan partikel asap kebakaran. (r)