SOLSEL, METRO – Akibat kabut asap yang semakin tebal melanda Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Pemerintahan Kabupaten setempat meliburkan semua sekolah yang ada, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Lanjutan Atas (SLTA).
“Kami sudah buat surat edaran untuk meliburkan sekolah untuk tiga hari kedepannya, saat ini kondisi kabut asap sudah tidak sehat,”ujar Bupati Solsel H Muzni Zakaria, didampingi kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Zulkarnaini, Minggu (22/9).
Menurutnya, jika melihat kondisi sekarang, kabut asap sudah semakin tebal dari hari-hari sebelumnya. Kondisi ini, semua sekolah terpaksa diliburkan. “Untuk sekolah PAUD hingga SLTP sudah dibuatkan surat edarannya, sedangkan untuk jajaran SLTA, sederajat kita juga memberikan himbauan dan sudah koordinasikan dengan piham Kementrian Agama dan SMA,”ungkapnya.
Dijelaskan, dalam surat edaran ini, libur sekolah selama tiga hari, tapi dalam perjalanan dan hasil evaluasi jika kabut asap masih tebal, maka libur bisa saja diperpanjang.
“Pada surat edaran, kami meliburkan selama tiga hari, namun jika kabut asap tidak berkurang, maka libur akan bisa diperpanjang,”jelasnya.
Kabut asap mulai terasa semakin tebal sejak beberapa hari belakangan, untuk antisipasi pihak Pemerintah Kabupaten telah membagikan masker kepada masyarakat, setidaknya 33.800 lembar masker disediakan.
Sementara itu, Walinagari Lubuak Ulang Aliang, Kecamatan Sangir Batang Hari, Jon Hendri, menyebutkan, bahwa kabut asap di daerahnya yang berbatasan langsung dengan kabupaten Dharmasraya sudah sangat tebal, bahkan aromanya asap itu sudah berbau.
“Kabut asap di daerah kami sudah berbau, malahan anak anak sudah terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Guru guru disekolah sejak jumat kemaren sudah meminta kami untuk menyurati pihak Kabupaten untuk dapat meliburkan sekolah,”tuturnya.
Namun pihak sekolah masih menyuruh anak anak untuk datang ke sekolah dan memberikan masker. Dikatakan, kondisi kabut asap terparah dirasakan pagi tadi, dimana aroma kabut asap sudah berbau dan mata menjadi perih.
“Hari ini merupakan kabut asap terparah di daerah kami, daerah kami berbatasan langsung dengan Kabupaten Dharmasraya yang telah lebih dulu meliburkan sekolahnya,”katanya.
Sementara itu, Salah seorang pengendara motor di Padang Aro, Iput (38) Warga Timbulun Nagari Lubuak Gadang menyebutkan, bahwa kabut asap hari ini merupakan yang terparah sejak kabut asap melanda kabupaten ini. Biasanya, saat berkendara masih mampu tidak menggunakan masker, tapi kondisi sekarang harus memakai masker dan kacamata.
“Untuk bernafas sudah terasa sesak dan mata menjadi perih. Jika kabut asap terus berlanjut, bisa saja aktifitas diluar ruangan dikurangi,”pungkasnya.(afr)















