METRO PESISIR

30 Komunitas Bersihkan Wisata Pantai 

0
×

30 Komunitas Bersihkan Wisata Pantai 

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Tanggal 21 September 2019, secara serentak di 157 Negara dan 34 Provinsi di indonesia, menggelar aksi World Cleanup Day (WCD) 2019. Acara ini adalah sebuah gerakan aksi sosial global, yang bertujuan memerangi masalah sampah global. Untuk Provinsi Sumatera Barat, dari 5 Kabupaten/Kota yang menggelar aksi serupa, Kota Pariaman menjadi Kota tersukses yang melaksanakan WCD 2019.
Hal ini dibuktikan dengan antusiasme relawan yang turut serta dalam aksi sosial ini. Tercatat lebih dari 700 relawan yang mendafatar belum ditambah dengan masyarakat, jajaran Dinas Perumahan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim dan LH) Kota Pariaman, dan para pejabat yang hadir bersama dengan Walikota Pariaman, Genius Umar, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pariaman, Efrianto, dan Ketua Forum Bumdesa Sumatera Barat, F Ferdi Datuk Dinagari, yang turut hadir dalam acara ini.
Menurut pelaksana acara WCD 2019 di Kota Pariaman, Komunitas Harimau Lauik Pariaman, Fajri Septio Rahmat, mengatakan, bahwa lebih dari 30 Komunitas yang mendaftar untuk aksi WCD 2019 di Kota Pariaman, yang berlokasi dari titik kumpul di Lapangan Bola Desa Ampalu, menuju muaro mangguang.
“Kami panitia menyiapkan lebih dari 500 karung yang digunakan dalam aksi ini, yan nantinya akan dipilah, baik sampah plastik, maupun sampah organik. Sampah tersebut setelah terkumpul, kembali dipisahkan menurut jenisnya oleh Dinas Perkim dan LH Kota Pariaman,” jelasnya.
Dirinya juga mengapresiasi Walikota Pariaman dan jajaran serta Kajari Pariaman yang telah berkesempatan hadir untuk mensupport aksi ini, sekaligus ikut serta memungut sampah yang ada di lokasi yang ditetapkan.
“Kegiatan WCD 2019 di Kota Pariaman ini merupakan kegiatan pertama yang kami lakukan, sejak terbentuk tahun 2018 yang lalu. Kami tidak menyangka acara WCD 2019 di Kota Pariaman yang kami targetkan hanya sebanyak 150 peserta, ternyata melonjak mencapai lebih dari 700 peserta yang terdaftar, belum lagi dari jajaran Dinas, organisasi Bumdes se Kota Pariaman dan masyarakat Desa Ampalu,” tuturnya.
“Kami menyadari banyak kekurangan dan kesempurnaan dari aksi ini, dan kedepan kami akan lebih banyak berkonsultasi dengan komunitas yang ada di Kota Pariaman, sehingga di aksi-aksi selanjutnya, dapat berjalan dengan lebih baik dan sukses lagi,” tutupnya.
Komunitas/organisasi/lembaga yang terlibat dalam aksi WCD 2019 di Kota Pariaman antara lain Harimau Laut Pariaman, Forum Komunitas Hijau (FKH) Kota Pariaman, Tabuik Diving Club (TDC), SPA, SUPALA, REMPALA, GPS ASTALAFISTA, MRI Bukittinggi, IAIN Bukittinggi, SELEB, AS Romanish, KUMPALA, Kampung Teras, Biologi IAIN Batusangkar, CACAH RIMBO, Pokdarwis Apar, Minang Adventure, Komunitas Otomotif di Pariaman, TKCI Pariaman.
BUMDes Apar, BUMDes Ampalu, Putra Putri (PP) Maritim Sumbar, Alguiner Adventure, Radio Dhara Pariaman, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Pariaman, PMII, UNP Diving Club, Diving Proklamator (DP) UBH Padang, Ikatan Agribisnis Perikanan SMK 3 Pariaman, MP3, dan yang terjauh berasal dari MAPALA UMPAL Universitas Malikul Saleh, Lhokseumawe, Aceh. (efa)