AIA PACAH, METRO – Penderita penyakit infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kota Padang meningkat 11 persen di minggu ke-36 pada tahun 2019 ini. Usia dari penderita ISPA mulai dari 7 sampai dengan 12 tahun atau anak-anak. Tidak seluruhnya warga terkena ISPA akibat dari kabut asap yang terjadi, namun karena faktor cuaca tak menentu juga bisa jadi pemicu.
”Upaya yang dilakukan dalam menanganinya tentu memberikan pengobatan pada korban secara rutin serta memberikan penyuluhan pada warga,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, kemarin.
Dia mengimbau warga untuk tidak keluar rumah jika tak terlalu penting serta gunakan masker apabila tidak tahan dengan kondisi kabut yang terjadi. Ini agar keselamatan masyarakat terealisasi dan penyakit menular tak didapati.
”Warga harus cepat tanggap dan jangan lengah soal penyakit menular. Apabila terasa tak enak badan, segera periksa ke dokter atau Puskesmas terdekat,” ujarnya.
Kepada warga semua, lanjutnya diimbau banyak konsumsi air putih serta membawa air dari rumah dalam berkativitas. Supaya dehidrasi tidak terjadi serta kelancaran dalam bekerja terwujud.
”Minumlah air 10 liter dalam sehari,” ucapnya
Selanjutnya, pimpinan Puskesmas dan Pustu yang ada di Padang diminta memberikan pelayanan maksimal pada pasien yang datang serta tingkatkan pemberian penyuluhan kesehatan ditengah-tengah masyarakat. ”Jangan ada pegawai yang tak ramah dalam pelayanan, ini kan tak benar,” paparnya. (ade)





