PASAMAN BARAT, METRO -Pemkab Pasaman Barat melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) mempresentasikan persiapan tuan rumah Pasaman Barat sebagai tuan rumah pelaksana Porprov Sumbar XVI 2020. Walaupun, masih dikategorikan masih minim memiliki sarana dan prasarana lokasi pertandingan, tetapi optimis menyelenggarakan alek multiiven dua tahunan tersebut.
“Isu yang beredar bahwa Pasbar batal menjadi tuan rumah Porprov XVI, tidak benar dan informasi yang salah,” kata Kadispora Pasbar, Afrizal Azhar saat memaparkan presentasinya di depan Wakil Ketua Umum II KONI Sumbar, Fazril Ale, Plt Sekum KONI, Irnaldi Samin dan rombongan tim Verifikasi KONI Sumbar, Selasa (11/9).
Dia menambahkan, menjadi tuan rumah Porprov, Pasbar bertekad menjadikan yang terbaik dari segi infrastruktur sarana dan prasarana olahraga, dengan catatan bisa merawat fasilitas berbagai cabang olahraga yang ada.
Dia mengatakan, sudah banyak sarana dan prasarana disiapkan, dan lokasi pertandingan sudah ada. Tinggal saja kini pengerjaan tribun lapangan sepakbola, kolam renang dan lintasan atletik.
“KONI Pasbar sebagai pembinaan dan pengadaan harus bekerja semaksimal mungkin. Bagaimana Pasbar siap menjadi tuan rumah Porprov XVI 2020. Semoga Allah Swt memuluskan semua rencana baik ini,” harap Afrizal.
Waketum II KONI Sumbar, Fazril Ale, Plt Sekum, Irnaldi Samin bersama Tim verifikasi KONI Sumbar dan Meprom KONI Sumbar mengunjungi beberapa venues Porprov XVI 2020 di Pasaman Barat.
Dalam kunjungan tersebut banyak venues yang terlihat belum memadai untuk dijadikan arena pertandingan sebut saja lapangan sepakbola. Meski rumput lapangan tersebut di inpor dari luar negeri, namun lapangan tersebut belum memiliki tribun layaknya sebagai lapangan bola.
Begitu juga untuk arena sepatu roda yang berada dilapangan sepakbola tersebut, bisa dikatakan belum memenuhi standar. Untuk arena panjat tebing yang berada di depan Kantor Dispora Pasbar juga belum memenuhi standar pertandingan.
“Dari beberapa venues yang kita kunjungi hanya sebahagian yang bisa dikatakan memenuhi standar itupun lapangan indoor untuk pertandingan Beladiri.
Sementara untuk out door belum ada yang bisa dikatakan laik untuk menggelar pertandingan,” ujar Waketum II Fazril Ale didampingi Ketua Tim verifikasi, Nofi Sastera kepada wartawan.
Dia menambahkan, yang lebih miris lagi sampai saat ini tuan rumah belum memiliki arena kolam renang, lintasan atletik dan stadion yang memadai untuk pembukaan dan penutupan Porprov.
“Ini sangat vital sekali karena mereka belum memiliki kolam renang, lintasan atletik padahal waktu pelaksanaan Porprov semakin dekat, apakah mereka sanggup mengejakan venues tersebut dalam jangka beberapa bulan kedepan? Ini perlu kita pertanyakan,” ujar Ale.
Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Sekum KONI, Irnaldi Samin mengatakan, untuk pembangunan kolam renang dan lintasan atletik sangat riskan untuk dikerjakan pada tahun 2020 mendatang, karena waktu yang mendesak ditambah lagi disegi anggaran yang belum jelas, belum lagi penenderan.
“Dari segi anggaran belum jelas ditambah lagi kalau ingin membuat sesuatu pasti ditenderkan tentunya akan memakan waktu lama. Kapan akan dikerjakan oleh pemenang tender, apalagi ditahun yang sama banyak kegiatan nasional yang akan menyerap anggaran seperti MTQ Nasional, Pentas Tani, Harganas tingkat Nasional ditambah lagi Pilkada serentak salah satunya Kabupaten Pasbar, “ ujarnya. (end)





