TANAHDATAR, METRO – Ranah dan Rantau dua bagian yang tak dapat dipisahkan. Sesuai pepatah Minang, “Karatau madang diulu, Babuah babungo balun, Marantau bujang dahulu, Dirumah baguno balun, Satinggi-tinggi tabang bangau, pulangnyo kakubangan juo, Sajauah-jauah marantau, Pulangnyo ka kampuang juo”.
Itulah yang menjadi tradisi dan budaya masyarakat Minangkabau dari dulunya yang dikenal suka merantau. Masyarakat Minang yang merantau tidak pernah lupa kampung halamannya.
Dari awalnya masyarakat Minangkabau yang meninggalkan kampung halaman tempat kelahiran atau ranah, dilepas sanak keluarga dengan perasaan haru. Hanya berbekal doa dan ajaran adat, menuju rantau atau daerah lain untuk mencari kehidupan yang lebih baik dan diharapkan kembali pulang kampung dengan membawa hasil dari rantau. Hingga saat ini hubungan perantau dengan karib kerabat di ranah kampung halaman masih terjalin dengan baik dan terus dibina.Walau terpisah secara fisik namun secara bathin tetap menyatu, ibarat pepatah Minangkabau, ‘Jauah dimato, dakek dihati, bapisah bukannyo bacarai”. Hal itulah yang selalu dibina dan dijalin Pemkab Tanahdatar dengan perantau dimana saja berada.
Pemkab Tanahdatar selalu menjalin hubungan kekerabatan dan silaturrahmi dengan perantau, karena antara ranah dan rantau tidak dapat dipisahkan, kontribusi perantau dangan kampung halaman cukup tinggi, kemajuan pembangunan Luhak Nan Tuo Tanah Datar tidak luput dari campur tangan perantau.
Hal itu disampaikan Bupati Tanahdatar Irdinansyah Tarmizi ketika menghadiri silaturrahmi akbar sekaligus pengukuhan Ikatan Keluarga Tepi Selo (IKTS) se Jabodetabek, Minggu (8/9) di Gedung Pertemuan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jakarta Timur, DKI Jakarta.
“Terima kasih kepada IKTS se Jabodetabek dan panitia yang telah menggagas acara ini, kedepan mudah-mudahan hal ini terus berjalan dengan baik, tidak semata bagi IKTS namun juga bagi perantau kita yang lain yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia, sehingga akan banyak membantu masyarakat kita, seperti halnya pemberian beasiswa, bantuan untuk keluarga kurang mampu, lansia yang perlu disantuni, disabilitas, maupun dukungan terhadap program-program pemerintah daerah, sehingga percepatan pembangun Kabupaten Tanah Datar kedepan segera terwujud,” ucap Irdinansyah.
Bupati Irdinasyah Tarmizi juga puji koperasi IKTS yang sudah terbentuk, bupati berharap koperasi ini berbentuk syariah, sehingga kedepannya perekonomian masyarakat akan terbantu, dan juga dengan yayasan yang sudah ada yang bertugas menghimpun dana dari perantau untuk membangun kampung halaman dan membantu warga di perantauan yang membutuhkan.
Irdinansyah juga mengatakan jika Tanahdatar dibangun berdasarkan tiga pilar yaitu, pemerintah, masyarakat di kampung halaman dan perantau. Dari itu hubungan harmonis dari ketiga elemen ini perlu dijaga untuk meningkatkan kesejahteraan bersama.
Sebelumnya ketua IKTS Maswita Djaja mengatakan acara silaturrahmi akbar IKTS se Jabodetabek ini telah digagas sejak lama, namun baru terwujud saat ini. Kegiatan ini perlu ditingkatkan untuk membangun persaudaraan dengan bergotong royong dan keakraban membangun kampung halaman maupun membantu warga yang diperantauan.
“IKTS telah melakukan berbagai upaya melakukan kegiatan untuk meningkatkan tali persaudaraan, seperti kegiatan sosial, kesehatan, pendidikan, maupun pembangunan, ke depan akan dilakukan kegiatan di bidang keolahragaan bagi generasi muda di kampung halaman pada setiap jorong seperti kegiatan pembinaan olah raga bola kaki dan bola volly,” ucapnya.
Maswita menyebutkan, IKTS akan menyerahkan sebanyak 50 buah bola volly, 50 buah bola kaki untuk seluruh jorong di Nagari Tepi Selo, dan kegiatan itu akan berkelanjutan dalam rangka pembinaan anak Nagari Tepi Selo ke depannya, sehingga akan terhindar dari permasalahan-permasalahan sosial yang akan menjerumuskan generasi muda yang selama ini cukup mengkhawatirkan.
Pada kesempatan itu juga diserahkan secara simbolis bantuan kursi roda kepada Yudi penyandang disabilitas warga Tepi Selo yang diterima langsung Wali Jorong Galanggang didampingi Wali Nagari Tepi Selo M.Natsir. Maswita menyadari masih banyak lagi kaum dhuafa dan penyandang disabilitas yang perlu uluran tangan. Dari itu selaku pengurus IKTS Maswita minta Wali Nagari dan Jorong agar bekerja sama untuk memberikan data yang akurat terkait permasalahan terserbut sehingga perantau dapat meningkatkan partisipasi untuk berkontribusi. (ant)





