LIMAPULUH KOTA, METRO – Pelaku usaha dan industri rumah tangga tenunan songket Nagari Halaban, Kecamatan Lareh Sago Halaban mendapat edukasi dan pelatihan dari para akademisi Universitas Negeri Padang (UNP). UKM tenun songket Halaban dinilai berpotensi besar jika dikembangkan terhadap sektor ekonomi.
“Tenun songket asal Halaban ini sudah punya branding sendiri. Pasar juga sudah banyak melirik, meski baru dikerjakan oleh pelaku UKM. Kita berupaya bagaimana mengangkatnya bisa menjadi peluang ekonomi baru,” kata ketua pelaksana kegiatan pengabdian masyarakat UNP, Astri Yuza Sari, kepada wartawan, Minggu (8/9).
Dosen Fakultas Ekonomi (FE) UNP, Efni Cerya, yang juga ikut dalam kegiatan menambahkan, para pelaku tenun songket Halaban rata-rata memiliki keahlian khusus dalam menciptakan trend mode sesuai minat pasar. Hasil produksi songket Halaban pun kini telah dikenal pasar-pasar daerah hingga nasional.
Hanya saja, para pelaku usaha masih minim informasi sistim marketing dan manajemen tata kelola keuangan.
“Makanya, kita di UNP menjadikan para UKM Halaban sebagai mitra kegiatan. Tujuannya, edukasi sistim marketing dan majemen keuangan keluarga,” sebut Dosen muda tersebut.
Kegiatan pengabdian masyarakat para Dosen UNP, dikatakan, sudah berlangsung sejak Agustus hingga September 2019 ini. Edukasi dilakukan dalam bentuk kunjungan tatap muka, hingga seminar terbatas. Para pelaku UKM Halaban yang terdiri dari ibu rumah tangga sangat antusias mengikuti
Pada Agustus lalu, tambah Efni, kegiatan pengabdian lebih kepada kunjungan ke showroom pengrajin dan tempat usaha guna mendapatkan data kondisi awal mitra. Pada 2-3 September dilaksanakan in class di luar labor komputer MTsS Halaban. Pertemuan itu, turut dihadiri Kabid Pembinaan dan Pengawasan Disperindag Tenaker Limapuluh Kota, Zulfahmi.
UNP bersama Disperindag Tenaker Limapuluh Kota juga tengah merencanakan pelatihan manejemen keuangan usaha dan e-marketing. “Alhamdulillah, UNP ikut andil memfasilitasi, pihak dinas juga berharap kerjasama Pemkab Limapuluh Kota dan UNP terus berlanjut, untuk mengatasi permasalahan UKM,” sebut Efni Ceria.
Wali Nagari Halaban Eka Rinaldi yang dikonfirmasi terpisah mengaku berterima kasih atas edukasi yang diberikan para akademisi UNP ke masyarakatnya, khusus para pengrajin tenun songket.
“Tentunya kami bersyukur, dari banyak nagari di Limapuluh Kota nagari kami menjadi objek pembinaan dari UNP. Mudah-mudahan, kerjasama ini terus berlanjut,” harap Wali Nagari. (us)





