BERITA UTAMA

MahasiswiUnand Gantung Diri Dipicu Masalah Kuliah

0
×

MahasiswiUnand Gantung Diri Dipicu Masalah Kuliah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Teka-teki apa yang melatarbelakangi Meysi Aulia (19) mahasiswi jurusan Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Andalas (Unand) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, akhirnya terungkap. Diduga, mahasiswi smester 3 itu mengalami masalah dengan kuliahnya dan sering menangis saat bercerita dengan temannya.
Teman sekamar korban, Intan yang juga menemukan korban pertama kali tewas tergantung mengatakan sebelumnya korban memang sering bercerita dan curhat tentang masalah kuliah dan masalah dengan teman-temannya. Namun, ketika mendengar cerita korban, ia selalu memberikan nasihat dan berusaha menghibur.
“Dia sering cerita tentang kuliahnya. Lalu cerita tentang teman-temannya. Saya melihat korban memang seperti ada masalah. Yang saya rasa menjadi beban bagi korban, terkait masalah kuliah. Setiap dia cerita selalu nangis terus. Kemudian setiap kali orang tuanya nelfon, dia juga selalu nangis,” kata Intan.
Intan menceritakan, dia melihat korban dalam kondisi tubuh menempel pada dinding kamar kos, dengan tali melekat di bagian leher, usai pulang dari kampus, sekitar pukul 17.00 WIB.
“Saya pulang dari kampus sehabis melaksanakan kerja kelompok ke kos sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah tiba, rumah kos dalam keadaan gelap. Saya pikir Aulia (panggilan korban) tidak di rumah soalnya biasa kalau lampu hidup itu pertanda kalo Aulia ada,” ujar Intan.
Mengira korban yang tidak sedang berada di dalam kamar kos, Intan kemudian membuka kunci pintu kamar menggunakan kunci yang dia pegang. “Setelah saya membuka pintu kamar dengan kunci yang saya miliki, lalu masuk, saya melihat Aulia dalam keadaan seperti itu. Pokoknya dia menempel ke dinding, saya melihat tali (di bagian lehernya),”sambung Intan.
Melihat hal tersebut Intan kemudian memberitahukan kepada Yuni Fitria (39) yang merupakan warga sekitar lokasi kejadian.
“Karena takut saya kemudian memberitahukan peristiwa tersebut ke Buk Yuni kemudian memberitahukan kepada warga lain dan masuk ke dalam kamat kos tersebut dan meraba telapak kaki korban yang mana telapak kaki korban dalam keadaan dingin dan telah meninggal dunia pada saat itu, yang setelah itu memberitahu warga sekitar agar melaporkan kejadian tersebut ke Polisi,” ungkap Intan.
Sementara itu, Kapolsek Pauh Kompol Hamidi menjelaskan analisa sementara tim identifikasi, posisi korban ditemukan dalam keadaan terikat pada bagian leher sementara tidak ada jarak dari kaki ke lantai korban karna kaki korban langsung menyentuh pada tempat tidur korban.
“Di TKP korban tampak mengeluarkan darah dari bagian lubang hidung sebelah kiri, dan dilihat secara kasat mata tidak ditemukanya tanda tanda kekerasan atau bekas trauma dari benda tumpul ataupun tajam. Pihak keluarga menolak untuk dilakukannya autopsi saat mendatangi Kantor atau Mapolsek Pauh,” pungkasnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswi Universitas Andalas (Unand) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dalam kamar kosnya di Jalan Kaalo Koto Nomor 48 Kecamatan Pauh, Selasa (3/9) sekitar pukul 17.00 WIB. Sontak, penemuan mahasiswi tewas tergantung itu membuat warga setempat geger.
Korban bernama Meysi Aulia (19) asal Kerinci yang tercatat sebagai mahasiswi jurusan Administrasi Negara semester tiga itu awalnya ditemukan oleh teman sekamarnya. Korban yang mengenakan baju kaos dan celana pendek, saat ditemukan kondisinya terduduk dengan kain yang hitam yang melilit di leher dan dikaitkan ventilasi. (r)