AIAPACAH, METRO – Hingga awal September, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Padang sudah mencapai 200 kasus orang. Rata-rata penderita adalah anak-anak di usia sekolah.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid, dari data Dinas Kesehatan, usia dari penderita penyakit DBD mulai dari 7-12 tahun. Untuk penanganan, Dinkes melalui Puskesmas telah memberikan pengobatan pada pasien yang terkena penyakit secara berkala.
“Kita ingin penderita segera pulih dan penyakit itu tidak menular ke orang lain,” kata Feri, Rabu (4/9).
Dari 11 kecamatan di Kota Padang, daerah yang tertinggi kasus DBD adalah, Kecamatan Kuranji dan Padang Timur. Sementara, untuk daerah yang belum ditemukan kasus DBD yakni, Kecamatan Padang Selatan.
Untuk mengurangi angka kasus DBD, petugas Puskesmas terus turun ke lapangan memberikan sosialisasi pada warga untuk membersihkan lingkungan rumah, baik di luar dan dalam serta mengimbau warga rutin gotong royong. Gerakan 3 M( Menutup, Menguras dan Mengubur) adalah cara tepat untuk memutus jentik-jentik nyamuk,” urai Feri.
Jika dibanding tahun lalu, penderita DBD menurun sekitar 50 persen. Hal itu disebabkan karena warga sudah peduli dengan lingkungannya masing-masing.
“Kita mengingatkan kepada warga untuk terus menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta konsumsilah makanan yang bergizi ditambah sayur dan buah. Supaya badan sehat dan bugar serta penyakit menular tidak hinggap,” jelasnya.
“Dinas Kesehatan Padang’melalui Puskesmas siap menangani warga dengan cepat mengenai penyakit yang dialaminya. Ini agar kesembuhan pasien terwujud dan kenyamanan masyarakat terealisasi,” pungkasnya. (ade)





