SUKARNOHATTA, METRO – Manfaat menjadi peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) begitu besar. Manfaat ini begitu terasa bagi warga kota Payakumbuh yang mengalami sakit dan butuh pengobatan rutin. Hal ini tidak lain dikarenakan dengan menggunakan JKN-KIS biaya pengobatan ditanggung secara bergotong royong oleh sesama anggota JKN-KIS lainnya.
Kartini (30), IRT asal Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota ini mengaku menyesal karena baru bergabung ketika lahiran anak ke duanya. Jika tau begitu besar mamfaatnya memiliki kartu JKN-KIS, sejak awal dirinya bakal bergabung.
Memang, pada awalnya Kartini merasa ragu untuk bergabung menjadi peserta JKN-KIS. Ini dikarenakan isu yang tersebar bahwa pelayanan yang diterima peserta JKN-KIS berbeda dengan pasien pada umunya.
Namun, isu ini dibantahnya setelah bergabung dalam BPJS Kesehatan. Malahan Kartini merasa menyesal baru menjadi Peserta JKN-KIS sebelum lahiran anak ke duanya. Menurutnya kemudahan itu begitu terasa di bandingkan ketika melahirkan anak pertamanya dulu sebelum menjadi peserta JKN-KIS.
Bukan hanya itu saja, setelah merasakan manfaat nyata bergabung di BPJS Kesehatan, Kartini juga berharap agar pelayanan yang diterima selalu bagus seperti ini.
“Dari yang sudah saya alami, pelayanan yang diberikan dokter atau perawatnya sangat bagus.
Mereka begitu ramah, setiap saya mengadu tentang apapun selalu ditanggapi dengan cepat. Saya juga merasa tidak dibeda-bedakan dengan pasien lain pada umumnya. Harapan saya semoga selalu seperti ini,” cerita Kartini saat berbincang dengan awak media, Jumat (30/8) lalu.
Selain Kartini, suaminya juga sangat merasakan manfaat setelah bergabung menjadi peserta BPJS Kesehatan. Pekerjaannya sebagai petani membuat ia punya penghasilan yang tidak menentu. Hasil panen sangat bergantung kepada cuaca dan banyaknya hama yang sewaktu-waktu bisa merusak panen.
“Dengan bergabungnya menjadi peserta di BPJS Kesehatan saya tidak perlu lagi panik memikirkan biaya kelahiran putra keduanya saya ini. Kapan saja saya bisa membawa istri untuk melahirkan difasilitas kesehatan tanpa ragu soal biaya,” ucapnya senang menjadi peserta program JKN-KIS.
Disampaikannya, jika dibandingkan ketika kelahiran anak pertamanya dulu, Kartini dan suami mengaku begitu merasakan perbedaannya.
Disamping cemas dan khawatir soal kelahiran dan proses persalinan, dia juga harus memikirkan persiapan biaya yang harus dibayar saat pulang. Mereka berjanji akan terus menjadi peserta aktif dari BPJS Kesehatan segmen PBPU mandiri kelas 3.
selain itu mereka juga punya harapan bagi peserta-peserta BPJS Kesehatan lainnya, agar jangan sampai telat dalam membayar karena BPJS Kesehatan sudah seperti penolong bagi semua peserta.
“Ya, anggap bersedekah aja. Semoga bisa menolong sesama,” sebutnya. (us)





