AIAPACAH, METRO – Sebagai kota metropolitan, Kota Padang sejatinya memiliki cukup banyak potensi baik potensi sosial, ekonomi maupun kebudayaan yang mesti terus ditumbuhkembangkan menjadi industri ekonomi kreatif.
Untuk itu, potensi ekonomi kreatif mesti teridentifikasi dan termanfaatkan secara optimal. Sehingga segala sesuatunya lebih terarah, berkesinambungan dan memberikan nilai tambah yang tinggi. Terlebih, diperlukan kajian dan studi secara komprehensif sebagai acuan bagi pihak pemerintah, swasta dan juga masyarakat dalam pengembangannya ke depan.
Menyikapi hal itu dan untuk lebih mengoptimalkan segala sesuatunya, Forum Pengembangan Ekonomi Daerah (FPED) kembali menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) di Ruang Abu Bakar Ja’ar Balaikota Padang, Senin (2/9).
Rakor tersebut dibuka Sekda Amasrul dengan diikuti peserta yang terdiri dari anggota FPED, akademisi, pelaku usaha, perwakilan komunitas ekonomi kreatif, asosiasi, media, perbankan dan OPD terkait di Pemko Padang.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Padang Edi Dharma mengatakan, Rakor kali ini lebih difokuskan dalam mengimplementasikan Surat Edaran Mendagri Nomor 500/2390/V/Bangda per 28 November 2008 lalu. Yaitu perihal Pedoman Umum Pengembangan Kelembagaan FPED dalam rangka menyamakan persepsi dan mengetahui perkembangan dan menghimpun berbagai gagasan, pikiran dan saran yang berguna untuk mendorong perekonomian daerah.
“Jadi, inilah maksud dan tujuan rakor digelar. Pertama, menyamakan persepsi terkait regulasi dan kebijakan pemerintah pusat dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sehingga, dapat melahirkan rekomendasi-rekomendasi yang menjadi rujukan bagi semua pihak yang terlibat dalam meningkatkan kerjasama dan koordinasi yang lebih baik lagi. Selanjutnya, kita juga membahas dan mencari solusi atau tindak lanjut terkait koordinasi dan sinkronisasi lintas OPD terkait dengan pengembangan ekonomi kreatif ke depan,” jelas Edi Dharma.
Dijelaskan, dalam rakor menghadirkan narasumber dari Balai Latihan Kerja (BLK) Sumatera Barat (Sumbar) dengan mengangkat tema, “Program Kerja BLK Dalam Rangka Pengembangan Ekonomi Kreatif”. Narasumber selanjutnya Haris Satria dari ICCN (Indonesia Creative Cities Network) dengan tema “Pengantar Pembentukan Komite Kreatif Kota Padang disertai Kepala Bappeda Kota Padang Meddi Iswandi membahas tentang “Membangun Kolaborasi dan Konsep Komite Ekonomi Kreatif Kota Padang”.
Sekda Kota Padang Amasrul menyebut, Padang memiliki banyak potensi untuk mengembangkan industri kreatif. Karena warga memiliki jiwa kewirausahaan yang dominan. Apalagi seiring menyambut Bonus Demografi tahun 2020 di Indonesia, khususnya Kota Padang bakal dipenuhi para anak-anak muda yang tentunya bisa menjadi agen perubahan dan kreator-kreator andal nanti.
“Sehingga hal ini dapat mendukung terwujudnya salah satu misi Kota Padang yakni mewujudkan Kota Padang sebagai pusat perdagangan dan ekonomi kreatif,” tutur Sekda.
Amasrul juga menyebutkan, saat ini Pemko Padang tengah mengupayakan jumlah pelaku usaha dalam bidang ekonomi kreatif meningkat secara berkelanjutan. Upaya ini ditindaklanjuti dengan kegiatan pembinaan dan promosi seperti melalui pelatihan dan pameran sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif mengembangkan dan memasarkan produk.
“Selain itu, Pemko dan komunitas ekonomi kreatif berantusias membangun semangat pengembangan ekonomi kreatif, termasuk di dalamnya melalui pengembangan kota kreatif,” terangnya.
Sekarang, Kota Padang sudah banyak terbentuk beberapa komunitas ekonomi kreatif. Diantaranya IKM Rangkiang dengan 34 KUBe di bawah binaan Disnakerin Padang serta Komunitas Ekraf di bawah binaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kemudian IKABOGA dengan PNM sebagai bapak asuhnya serta masih banyak lagi lainnya. (tin)





