METRO SUMBARTANAH DATAR/PDG PANJANG

Butuh Investor Pengembangan 150 Destinasi Wisata

0
×

Butuh Investor Pengembangan 150 Destinasi Wisata

Sebarkan artikel ini

TANAHDATAR, METRO – Wakil Bupati Tanah Datar, Zuldafri Darma, memaparkan potensi dan peluang investasi empat destinasi wisata unggulan Kabupaten Tanah Datar pada Riau Investment Forum, Selasa (3/9) yang dilaksanakan di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Pekanbaru.
Di depan asosasi pengusaha jasa, penggiat UMKM dan pelaku usaha industri digital 4.0, Wabup Zuldafri mengatakan Tanahdatar Luhak Nan Tuo punya lebih kurang 150 destinasi wisata yang beragam jenis yang perlu butuh pembenahan dan pengembangan untuk menjadikan Tanahdatar destinasi wisata utama tidak hanya di Sumatera Barat juga Nasional.
“Melalui forum ini, kami memaparkan keunggulan yang kami miliki sehingga bisa menjadi pertimbangan pelaku usaha bisa berinvestasi di Tanahdatar,” harapnya.
Di sisi sejarah, papar Zuldafri, Tanahdatar merupakan pusat budaya Minangkabau yang punya banyak peninggalan sejarah dan budaya dengan bukti sejarah masih bisa dijumpai sampai saat ini.
“Istano Basa Pagaruyung, Desa Terindah Nagari Tuo Pariangan, Puncak Pato dan Aua Sarumpun menjadi unggulan Tanahdatar yang kami tawarkan kepada investor karena punya potensi dan peluang yang menarik untuk dikembangkan,” sampainya.
Seperti untuk Istano Basa Pagaruyung bisa dibangun kereta gantung, arena bermain anak-anak, pembangunan taman hewan dan kebun buah.
“Istano Basa Pagaruyung menjadi ikon pariwisata Sumatera Barat yang sangat diminati wisatawan lokal maupun mancanegara. Setiap akhir pekan atau hari libur, selalu ramai dikunjungi dan pengunjung terbanyak datang dari Riau dan Malaysia,” tuturnya.
Demikian juga dengan Nagari Pariangan yang menyandang status desa terindah di dunia, Aua Sarumpun dan Puncak Pato punya keunggulan pemandangan yang elok dan cuaca yang sejuk.
“Nagari Tuo Pariangan sebagai daerah asal muasal Minangkabau dan Puncak Pato dengan Sumpah Sati Marapalam tempat lahirnya filosofi Adat Basandi Syara’ Syara’ Kitabullah, jika digali dan dikemas tentunya akan sangat menarik sekali untuk wisatawan termasuk generasi muda dan pelajar,” ulasnya lagi.
“Untuk itu kami mengundang para investor bisa berinvestasi di Tanah Datar, pemerintah daerah sangat terbuka untuk hal ini dan kita menawarkan kepastian keamanan dan kepastian hukum, kemudahan dalam perizinan dan fasilitasi masalah lahan,” ajaknya.
Sementara Konsul Malaysia Wan Nurshima menyambut baik forum ini.
“Konektifitas Malaysia dan Riau sudah sangat baik. Penerbangan dari Malaysia ke Riau saat ini sudah 5 kali sehari. Ini berarti ramainya kunjungan ke dua arah, tidak hanya berdampak untuk Riau semata tetapi Sumatera Barat juga dapat dampak postifnya. (ant)