Dinas Koperasi dan UKM (Diskop) Padang gelar Resepsi peringatan Hari Koperasi (Harkop) Nasional ke -72 tahun 2019 tingkat Kota Padang, Selasa (2/9). Pada kesempatan tersebut juga diserahkan hadiah lomba dari rangkaian kegiatan peringatan Harkop ke -72 tingkat Padang.
“Selain itu peringatan Harkop ke -72 tahun 2019 ini mengusung tema “Reformasi Total Koperasi di Era Revolusi Industri 4.0,” ujar Kadiskop dan UKM Padang H Soehandra SH didampingi Kabid Pemberdayaan Koperasi Evilidiyanti SH, kemarin.
Dikatakan, sebelum melaksanakan hari puncak peringatan Harko tingkat Kota Padang ini telah dilaksanakan beberapa rangkaian kegiatan dalam memeriahkan Harkop ke-72. Di antaranya penilaian koperasi berprestasi 2019, KJKS/KSPPS berprestasi, KSP berprestasi, penilaian non KSP berprestasi. Lomba tangkas terampil antar pengurus koperasi, Lomba MTQ dan Dai bagi pengurus, pengawas dan anggota koperasi.
Kemudian, pameran produk UKM binaan Diskop UKM Padang, lomba paduan suara dan mars Koperasi serta gerak jalan santai.Kemudian, ditutup dengan hari puncak peringatan Harkop ke 72.
Sasaran kegiatan ini untuk tumbuh dan berkembangnya semangat membangun kehidupan berkoperasi di berbagai bidang kegiatan ekonomi, baik oleh gerakan koperasi sendiri maupun pemerintah dan masyarakat. Meningkatkan komitmen, apresiasi dan kesadaran masyarakat dalam berkoperasi serta meningkatkan ukhuwah di antara penggiat koperasi.
Sedangkan, peringatan Harkop ini dijadikan sebagai wahana ekspose keberhasilan kerja gerakan koperasi, mendorong gerakan koperasi dalam mewujudkan misinya dalam mensejahterakan anggota dan masyarakat. Selain itu menumbuhkan semangat berkoperasi dalam mensukseskan pembangunan Kota Padang dan menumbuhkan semangat tolong dan menolong di antara sesama penggiat koperasi.
Walikota melalui Sekretaris Kota (Sekko) Padang Amasrul SH mengatakan, pengurus koperasi harus mampu bebenah diri untuk bertransformasi ke arah yang lebih baik di era digital dan era revolusi industri 4.0. Untuk untuk melakukan reformasi koperasi kadang-kadang harus berhadapan dengan mental pengurus koperasi itu sendiri. Ketika pemeintah bersemangat dalam membenahi koperasi namun tidak diiringi dengan semangat koperasi itu sendiri.
Berdasarkan data sistem koperasi semester pertama, koperasi berjumlah 725 unit. Sedangkan koperasi yang aktif sebanyak 470 unit dan koperasi yang tidak 255 unit. Bahkan, dari koperasi yang aktif itu tidak semuanya yang melaksanakan RAT semuanya. Smentara, jumlah keanggotaan koperasi mencapai 209.699 orang, dengan aset koperasi mencapai sebesar Rp1,353 triliun. Artinya, aset koperasi ini cukup besar yang bisa diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Maka ke depan diharapkan produk koperasi dan UKM agar dapat tumbuh secara mandiri dan berdaya saing. Pemanfaatan produk lokal dapat menjadi pilihan utama masyarakat dalam upaya peningkatan pendapatan pelaku usaha berbasis digital.
Maka ke depan perlu dilakukan pembenahan koperasi lebih agar baik lagi untuk kesejahteraan masyarakat dan anggota, dengan himbauan dari Kementerian Koperasi sadar koperasi. Maka perlu untuk melakukan pembinaan-pembimaan pengurus koperasi. Sehingga koperasi bisa menjawab tantangan harapan manfaat dari koperasi tersebut.
Perlu ditingkatkan azas syariah dan gotong royong agar tujuan dan sasaran berkoperasi itu bisa tercapai. Karena koperasi bisa dijadikan solusi kesenjangan ekonomi di tengah-tengah masyarakat. (**)





