PARIAMAN, METRO – Wali Kota Pariaman H Genius Umar menyatakan pemko kucurkan dana sekitar Rp280 juta untuk pembuatan dua tabuik. Tabuik Pasa dan sumbarang yang dikerjakan oleh anak nagari menelan dana Rp 280 dari APBD Kota Pariaman tahun 2019
“Anggaran tersebut sama seperti tahun sebelumnya yakni masing-masing Rp140 juta untuk dua unit tabuiik,” kata Genius Umar dan Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Salmi Tanjung, kemarin.
Katanya, prosesi pembuatan tabuik tersebut diawali dengan maambiak atau mengambil tanah yang dilaksanakan oleh anak nagari pada Minggu (1/9) yang mana bertepatan dengan tanggal 1 Muharram. Dikatakan, pembuatan tabuik akan memakan waktu sembilan hari sehingga di hari kesepuluh dana kegiatan itu masuk pada acara puncak yaitu tabuik dibuang ke laut.
Namun, lanjutnya untuk tahun ini kegiatan tersebut diperpanjang menjadi 15 hari sehingga acara puncak pada kegiatan tahunan itu jatuh pada Minggu (15/9). Meskipun jadwalnya diperpanjang namun pihaknya tidak meninggalkan sejarah dan rangkaian kegiatan pembuatan tabuik yang tentunya manarik untuk diikuti oleh wisatawan.
“Pelaksanaan tabuik yang dilaksanakan sekarangkan untuk hiburan guna menarik wisatawan, jadi setiap prosesinya menarik untuk diikuti,” ujarnya.
Oleh karena itu, lanjutnya pada Pesona Hoyak Tabuik pihaknya menampilkan sejumlah kesenian khas Pariaman yang dilaksanakan mulai dari 7 hingga 14 September. Sebelumnya Pemko Pariaman memperpanjang jadwal pesta budaya Tabuik 2019 yang biasanya dilaksanakan dari 1 hingga 10 Muharram atau 10 hari menjadi 15 hari guna meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah itu.
“Untuk tahun ini pesta budaya Tabuik 2019 dilaksanakan dari 1 hingga 15 September,” kata Kepala Bidang Seni dan Budaya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman Salmi Tanjung di Pariaman, Jumat.
Ia menjelaskan perpanjangan jadwal tersebut karena kegiatan itu bersifat hiburan yang biasanya ramai dikunjungi wisatawan di akhir pekan. Jika kegiatan puncak pesta budaya Tabuik tahun ini dilaksanakan pada 10 Muharram atau Selasa maka akan berdampak pada kunjungan wisatawan sehingga acara puncaknya dilaksanakan pada Minggu. (efa)





