ADINEGORO, METRO – Anggota DPR RI asal Sumbar terpilih Andre Rosiade tidak main-main soal pengawalan serbuan semen murah Tiongkok ke Indonesia. Setelah mendatangi Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPPU), hari ini Senin (2/9), Andre akan mendatangi Istana Negara. Andre dijadwalkan akn bertemua Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (pur) Moeoldoko.
“Insya Allah besok (hari ini, red) jam 10 pagi, saya bersama Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia akan melakukan Audiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan Pak Moeldoko. Kami akan melaporkan praktik predatory pricing alias jual rugi yang dilakukan oleh Semen Tiongkok di Indonesia,” kata Wasekjen DPP Partai Gerindra ini.
Andre menyebutkan, mempertemukan Dewan Pimpinan Nasional Federasi Serikat Pekerja Industri Semen Indonesia (DPN FSP ISI) dengan Moeldoko yang notabene mewakili Istana adalah salah satu langkah yang harus diambil. Agar negara langsung hadir melihat apa yang terjadi di lapangan.
Kalau dibiarkan berlarut-larut, bisa saja industri semen lokal akan bangkrut. Lalu dikuasai oleh asing. Tentunya mereka akan datang kembali dengan harga yang mahal.
“Kami berharap Pak Moeldoko bisa mendiskusikan ini dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Karena ratusan ribu warga Indonesia menggantungkan hidupnya dari industri semen ini. Jangan sampai semen Indonesia nasibnya seperti industri baja yang sudah megap-megap. Pak Moeldoko kami rasa bisa menyampaikannya,” katanya.
Setelah pertemuan dengan Moeldoko, sebut Andre, dia juga akan menyampaikan langsung masalah ini ke Jokowi—meski dengan surat terbuka.
“Kami akan membuat surat terbuka untuk Presiden Jokowi. Agar persoalan ini segera menjadi masalah negara, bukan hanya orang-orang yang terlibat dalam bisnis semen ini saja,” sebut ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Ketua Umum DPN FSP ISI Teguh Widodo didampingi Sekretaris Umum Kiki Arlansyah menyebutkan, FSP ISI yang beranggotakan 10 serikat pekerja industri semen dan memiliki member lebih dari 9.000 anggota, bermaksud dapat berdiskusi dalam agenda audiensi didampingi anggota DPR RI terpilih Andre Rosiade.
“Menyikapi perkembangan industri semen ini, ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian kita bersama. Pertama over capacity semen sebesar 40 juta ton/tahun Kebijakan pemerintah terkait impor semen dan klinker. Harga jual semen pemain baru jauh di bawah pemain lama. Sehingga disinyalir melakukan praktik predatory pricing (khususnya pemain dari China). Union busting di pemain baru pabrik semen,” katanya.
Mempertimbangkan hal tersebut, katanya, besar harapan agar Moeldoko dapat menerima demi kelangsungan industri strategis nasional dari ancaman predatory pricing. “Sehingga industri semen nasional dapat memberikan dukungan pada pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Teguh.
Sebelumnya Andre menyebut, kondisi pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan karena gencarnya semen asal Tiongkok yang menjual harga di bawah pasaran di pasar semen Indonesia. Katanya, kondisi tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan produk semen Indonesia.
“Jadi industri semen lokal itu terancam karena semen asal Tiongkok terindikasi menjual dengan menggunakan predatory pricing sehingga semen kita yang dimotori Semen Indonesia Grup BUMN kita hancur berantakan,” sambung Andre. (r)





