METRO SUMBARPDG PARIAMAN/PARIAMAN

Tak Bersertivikat, Seribu Hektare Lahan Potensial Terlantar

0
×

Tak Bersertivikat, Seribu Hektare Lahan Potensial Terlantar

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Walikota Pariaman Genius Umar menyebutkan di Kota Pariaman terdapat sekitar seribu hektare lahan terlantar yang merupakan tanah ulayat yang berpotensial untuk investasi pertanian.
Letak lahan tersebut tersebar di Pariaman. Padahal, dapat digunakan untuk peningkatan perekonomian. Peningkatan perekonomian tersebut yaitu dengan pemilik mengelolanya atau menyerahkan pengelolaannya kepada investor dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Kata Genius, penyerahan pengelolaan tersebut hampir sama dengan yang dilakukan oleh warga daerah itu pada umumnya yaitu dengan cara bagi hasil namun tidak menutup kemungkinan menggunakan sistem lainnya.
“Namun dimusyawarahkan dulu apakah dikelola sendiri atau diserahkan kepada investor atau BUMDes,” katanya.
Permasalahan lahan di Sumbar yaitu tanah milik ulayat sehingga diperlukan sosialisasi agar pemiliknya menggunakan lahannya untuk peningkatan ekonomi namun tidak mengganggu kepemilikannya.
“Jadi kami mendorong pemanfaatan lahan agar tidak ada tanah yang terlantar di Kota Pariaman,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Kota Pariaman Priyaldi mendukung pemanfaatan tanah ulayat untuk peningkatan perekonomian warga di daerah itu. “Namun permasalahannya sekarang banyak tanah ulayat yang tidak memiliki sertifikat,” pungkasnya.
Ia menjelaskan hal tersebut terjadi karena kaum sebagai pemilik lahan bingung nama siapa yang akan didaftarkan sebagai pemilik lahan. Selain itu, lanjutnya kaum di daerah itu masih kebingungan untuk menentukan batas lahan yang dimiliki sehingga diperlukan peran pemerintah untuk membantu mengatasi hal tersebut.(z)