JAKARTA, METRO – Tahun depan, nilai tukar rupiah terhadap dollar AS diperkirakan menguat tipis dibanding outlook 2019 yang sebesar 14.000-14.400. BI memprediksi nilai tukar akan terkoreksi masing-masing sebesar 100 per USD dari batas atas dan bawah outlook 2019.
Deputi Gubernur Senior (DGS) BI, Destry Damayanti mengatakan, nilai tukar rupiah pada 2020 akan berkisar di antara 13.900-14.300 per USD. Perkiraan itu ditopang oleh pertumbuhan ekonomi nasional yang membaik dengan tumbuhnya investasi.
Di sisi lain, ia menyatakan inflasi juga jauh lebih terkendali di kisaran yang rendah. Yakni, masih berada di bawah target APBN 2019 sebesar plus minus 3,5 persen secara year on year (yoy).
“Prospek ini ditopang komitmen Bank Indonesia untuk tetap konsisten menjaga kestabilan harga sehingga inflasi inti tetap rendah,” kata Destry di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (28/8).
Ke depan, Destry menyatakan bahwa BI akan konsisten mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi. Salah satunya dengan strategi operasi moneter yang diarahkan untuk memastikan ketersediaan likuiditas.
“Selain itu meningkatkan efisiensi pasar uang sehingga memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif,” tuturnya.
Sebagaimana diketahui, hingga 21 Agustus 2019, nilai tukar rupiah secara point to point menguat sebesar 0,98 persen dibandingkan level akhir tahun 2018. Saat ini, posisi nilai tukar rupiah berada dikisaran 14.100 per USD. (jpc)





