SIJUNJUNG, METRO – Camat Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung dinilai berhasil dalam mewujudkan sinergisitas pembangunan di tengah keanekaragaman latar belakang masyarakat. Meskipun terdiri dari berbagai macam etnis, budaya dan agama.
Mulai dari Minang, Jawa, Sunda dan Batak. Begitu juga dengan perbedaan agama yang dianut masyarakat setempat juga tidak menjadi sebuah alasan untuk terpecah belah. Menjadi salah satu daerah transmigrasi yang menghadirkan keberagaman suku dan agama hidup berdampingan, secara geografis posisi Kecamatan Kamang Baru dibelah oleh jalan lintas Sumatera (Jalinsum).
Terletak di daerah perbatasan, baik berbatas dengan Kabupaten Dharmasraya maupun secara langsung berbatasan dengan Provinsi Riau.
Hal itu pula menjadikan Kecamatan Kamang Baru dihuni masyarakat dari berbagai macam latar belakang suku, budaya dan agama yang berbeda. Peran dan fungsi tokoh masyarakat setempat juga menjadi andil yang besar dalam merawat kerukunan di tengah-tengah perbedaan yang dimiliki masyarakat di Kamang Baru. Mulai dari tokoh adat, agama, walinagari hingga camat ikut berperan aktif.
Hal itu pula menjadi salah satu penentu Camat Kamang Baru, David Rinaldo untuk terpilih sebagai salah satu kandidat camat berprestasi pada penilaian kompetensi camat tingkat Provinsi Sumbar untuk mewakili Kabupaten Sijunjung.
“Meskipun terdapat bermacam budaya dan agama, rasa saling menghormati dan menghargai antar sesama masyarakat setempat masih terjaga dengan baik. Nilai itulah yang selalu diturunkan dan diperlihara dalam menjalani kehidupun sosial ditengah masyarakat,” tutur Camat Kamang Baru David Rinaldo.
Dalam penilaian kompetensi camat tingkat provinsi itu, saat ini Camat Kamang Baru masuk ke dalam nominasi 14 besar dan akan diseleksi hingga tahap selanjutnya.
“Ada 14 camat di Sumbar yang akan dinilai dan presentasi di provinsi besok, pada Senin (26/8). Semoga sukses dan lancar hingga maju ketingkat nasional,” ujar David.
Selain menjaga kebhinekaan ditengah masyarakat, peningkatan ekonomi masyarakat melalui investor, pembentukan persatuan organisasi kepemudaan serta sukses sebagai daerah transmigrasi SP 1 Padang Tarok pada tahun 2018 lalu menjadi program utama yang telah dijalani Camat Kamang Baru, serta program-program itulah yang akan di presentasikan dalam penilaian kompetensi camat ditingkat provinsi hingga nasional nanti.
Jauh sebelum hari ini, masyarakat di Kamang Baru telah hidup secara berdampingan, semenjak menjadi salah satu daerah transmigrasi semenjak tahun 1964. Masyarakat setempat telah menerapkan rasa kebhinekaan sebagai nilai dan acuan dalam kehidupan. Kamang Baru bukanlah negeri dongeng yang mengisahkan kerukunan berbangsa dan bernegara ditengah perbedaan yang ada. Hanya sebuah daerah yang terletak di Kabupaten Sijunjung, Sumbar.
Berkat itu pula lah kecamatan Kamang Baru menjadi satu-satunya daerah program transmigrasi terbesar secara nasional pada tahun 2018 lalu, dan berhasil menempatkan ratusan kepala keluarga (KK) warga trans dari berbagai daerah di Indonesia.
“Menjaga persatuan ditengah keanekaragaman tentu saja tidak mudah. Tapi yang jelas kita Indonesia, Bhineka Tunggal Ika adalah sebuah karakter bangsa kita. Semua etnis mendapatkan tempat disana. Bahkan perbedaan itu kita satukan dengan sebuah forum yang bernama Jaminsuntak yang artinya, Jawa, Minang, Sunda dan Batak,” jelas Alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) tersebut.
Keberadaan forum tersebut mengikat tali persatuan antar sesama masyarakat.
“Sebenarnya ada banyak suku lainnya di Kamang Baru, namun yang besar diantaranya empat suku tersebut yang tergabung kedalam forum Jaminsuntak. Forum itu menggelar pertemuan besar satu kali dalam tiga bulan, mempererat silaturahmi dan memupuk kebersamaan,” ujarnya. (ndo)





