Padangpanjang – RATUSAN mahasiswa baru menjalani program Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB). Program diselenggarakan Institut Seni Indonesia (ISI) Kota Padangpanjang, sekaligus sebagai wadah edukatif serta unjuk bakat bagi mahasiswa. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari dari tanggal 13-17 Agustus.
Menanggapi stigma yang berkembang program PKKMB sama dengan Orientasi Studi Pengenalan Kampus (Ospek), Rektor ISi Padangpanjang, Prof, Novesar Jamarun menjelaskan PKKMB bukanlah Ospek. Perbedaannya dapat dilihat dari pelaksanaan PKKMB yang merupakan program kegiatan pengenalan kampus kepada mahasiswa baru bersifat edukatif sebagai sarana pembinaan dan adaptasi lingkungan pendidikan tinggi di lingkungan ISI.
Perbedaan itu ada pada isi Surat Edaran Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Nomor: 253/B/SE/VIII/2016 tertanggal 15 Agustus 2016 itu. Isi surat edaran itu membuat pelaksanaan PKKMB berbeda dengan Ospek.
Lebih lanjut, Prof. Novesar Jamarun mengungkapkan, pelaksanaan PKKMB terarah dan berwawasan dengan mengedepankan kreativitas mahasiswa. Pasalnya, kegiatan dipandu lang-sung oleh para dosen dan ketua program studi. Para mahasiswa baru langsung mengenal dan berinteraktif dengan para dosennya karena hampir semua dosen ikut dalam PKKMB dan juga mahasiswa senior di kampusnya.
Sedangkan Ospek umumnya mahasiswa baru mengenal para mahasiswa senior dan sekilas saja para dekanat dan dosen ketika Ospek.
“PKKMB yang diselenggarakan ISI tahun ini, merupakan wadah pengembangan mental dan karakter peserta didik. Maka itu, setelah resmi terdaftar sebagai mahasiswa ISI Padangpanjang, maka segala aturan dan regulasi serta tatib yang ada dapat dilaksanakan,” tegas Novesar Jamarun.
Bagi mahasiswa baru, tegas Novesar lagi, agar dapat menjalankan aktifitas perkuliahan dan kampus dengan tekun dan serius.
“Tekun dan serius akan membawa kita menuju masa yang kita inginkan. Sejumlah bukti keseriusan itu dapat dilihat di ISI Padangpanjang ini. ISI dikenal hingga internasional. Tidak hanya dikenal, ISI juga telah bekerjasama dengan sejumlah negara, salah satunya Jepang. Selain itu ISI juga diundang oleh sejumlah negara untuk menampilkan seni budaya Indonesia di sejumlah iven,” sebut Novesar Jamarun.
Melalui PKKMB, berjumlah 564 mahasiswa baru telah dikenalkan dengan kehidupan dan tata tertib kampus seni tertua di pulau Sumatera itu. Tidak hanya pengenalan kampus, mahasiswa juga diberikan pembekalan, seperti wawasan kebangsaan, membela negara, bahaya narkoba dan korupsi serta pengembangan mental dan karakter.
Ditambahkan Pembantu Dekan lll ISI Padangpanjang Firman SSn,MSi, mengatakan, tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut, selain memberikan edukatif , kegiatan itu juga sebagai tempat mahasiswa baru untuk unjuk bakat.
”Di PKKMB inilah kita dapat melihat potensi awal dan talenta yang dimiliki mahasiswa untuk dapat dikembangkan di ISI Padangpanjang selama menjalani masa studi,” sebut Firman.
Dari ratusan perekrutan mahasiswa baru ISI Padangpanjang Tahun 2019, lebih lanjut Firman, mengungkapkan berasal dari sejumlah kabupaten dan kota di Indonesia yang berkeinginan kuat untuk menimba ilmu di Kampus Seni Kota Padangpanjang itu.
Serangkaian kegiatan di program PKKMB tersebut, ujar Firman melanjutkan, ISI Padangpanjang juga mendatangkan sejumlah narasumber dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, Secata B dan Pejabat Tinggi Pemko Padangpanjang, ikut memberikan edukatif pada mahasiswa baru.
”Kita sengaja mendatangkan narasumber dalam kegiatan PKKMB ini, agar mahasiswa dapat memilih dan menentukan langkah kedepannya sebagai seorang mahasiswa,” sebut Firman. (adv)





