ilustrasi
SOLOK, METRO–Rumah kosong milik sang orang tua menjadi saksi bisu kematian tragis Mirayanti (27). Ibu muda ini ditemukan sudah tak bernyawa di plafon rumah orangtuanya itu, Selasa (5/1) subuh, di Nagari Kotosani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Tidak ada yang menduga jika dua ibu anak ini akan mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. Mirayanti tewas dengan kondisi leher terjerat tali, di rumah yang sudah lama dibiarkan kosong itu.
Mayat Mirayanti pertama kali ditemukan adiknya, Sandri. Ketika itu, Sandri mendengar suara tangisan dari kamar kakaknya itu. Tangisan itu berasal dari anak-anak Yanti yang melihat ibunya tidak ada dalam kamar.
”Saya heran karena di kamar hanya ada anak-anak kakak yang tengah menangis. Mungkin mereka menangis karena ibunya tidak ada,” kata Sandri.
Karena khawatir, Sandri mencoba mencari kakaknya di dalam rumah. Namun, karena tak juga menemukan kakaknya, baik itu di dalam kamar mandi, dapur dan ruangan lainnya, Sandri mulai cemas. Sandri mencoba mencari ke rumah orang tuanya yang sudah kosong.
Ternyata di dalam rumah kosong tersebut, ditemukan sosok Mariyanti sudah tergantung di plafon rumah dan leher terjerat tali. Sandri langsung berteriak dan membuat warga berdatangan.
Evakuasi pun dilakukan warga bersama petugas ke Puskesmas Singkarak. Dari hasil pemeriksaan tim medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Terpisah, Kapolres Solok Kota AKBP Tomy Bambang Irawan membenarkan, jika ibu dua anak tewas akibat gantung diri dengan sutas tali. Meski hasil visum menunjukkan tak ada kekerasan di tubuh korban, petugas kepolisian tetap meminta keterangan saksi-saksi untuk memastikan penyebab kematian korban serta motif dibalik kasus gantung diri itu. (vko)





