METRO PADANG

Andre: Pembalakan Liar Mengancam Sumbar

0
×

Andre: Pembalakan Liar Mengancam Sumbar

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Anggota DPR RI terpilih Andre Rosiade mendukung penuh upaya pemberantasan ilegal loging atau pembalakan liar di Sumbar. Karena, akhir-akhir ini kerap ditemukan kayu balok hasil curian yang ditinggal begitu saja. Tidak dapat dipastikan siapa pemiliknya, tapi kayu itu pastinya hasil curian.
“Kami dengar, ada banyak pembalakan liar di Sumbar. Seperti di kawasan hutan Taman Nasional Kerinci Sebelat (TNKS) yang membentang dari Pesisir Selatan (Pessel) sampai ke Solok Selatan (Solsel), Dharmasraya dan sekitarnya. Hal ini tidak bisa dibiarkan dan harus diusut tuntas oleh aparat. Tidak hanya kepolisian, tapi kepala daerah juga harus lebih aktif,” kata Andre yang juga Wasekjen DPP Partai Gerindra ini.
Tidak hanya di Pessel, sebut Andre, ilegal loging juga terindikasi di Pasaman dan Pasaman Barat (Pasbar). Seperti di kawasan Teluk Tapang, Nagari Air Bangus, Kecamatan Sungai Beremas Pasbar. Pekan lalu ditemukan pula kayu balok ilegal yang cukup besar. Pemiliknya entah siapa dan siapa pencurinya juga tidak dapat dibuktikan.
“Kami juga mendengar di Koto Panjang, Rao Selatan, Pasaman juga ditemuka kayu ilegal tak bertuan. Artinya, kayu yang dirampok di Sumbar ini sudah sangat banyak. Ini pulalah yang diduga menjadi penyebab seringnya longsor atau galodo mendera kabupaten/kota yang ada di Sumbar,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Andre meminta semua tim kehutanan yang ada di Sumbar lebih meningkatkan pengawasan hutan dari para pencuri kayu ini. Partoli harus ditingkatkan, agar tidak ada kesempatan bagi oknum-oknum merampas kekayaan Sumbar dengan cara-cara brutal. Andre berharap, pemerintah juga lebih meningkatkan anggaran pengawasan hutan ini. Baik hutan lindung atau hutan produksi.
“Selain itu, kami melihat kalaupun ada orang-orang yang diamankan dalam kasus ini, biasanya adalah warga sekitar. Hal ini berarti warga Sumbar belum semua yang mengetahui pentingnya menjaga hutan. Jadi, sosialisasi terkait hutan ini sangat penting dilakukan secara berkala dan terus menerus,” kata mantan juru bicara Prabowo-Sandi ini.
Andre menegaskan, Polda Sumbar dan Pemprov Sumbar serta Pemkab/Pemko harus sepakat untuk memberikan sanksi berat kepada oknum yang terlibat, atau menjadi pembeking pembalakan liar ini. Karena, mereka yang membuat aksi ini bisa berjalan selama bertahun-tahun.
“Kalau tidak ada oknum orang pemerintahan yang terlibat, tentu akan mudah diberantas. Tapi kalau ada, maka akan susah. Dibutuhkan komitmen bersama, agar Sumbar selamat dari berbagai bencana akibat tidak peduli lingkungan,” kata Andre. (r)