METRO SUMBARSAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Berawal dari Keinginan Mendidik Anak-anak Hafal Al Quran, Lulusan Kairo Dirikan Rumah Tahfidzh Nailah

0
×

Berawal dari Keinginan Mendidik Anak-anak Hafal Al Quran, Lulusan Kairo Dirikan Rumah Tahfidzh Nailah

Sebarkan artikel ini

SIJUNJUNG, METRO  – Semangat dan kepedulian HM Yusron Lc untuk berbagi ilmu agama di Kabupaten Sijunjung patut diapresiasi. Selain menjadi seorang imam di masjid Istiqlal, Muaro Sijunjung dan penceramah, pemuda lulusan Al-Azhar, Kairo tersebut juga mendirikan rumah Tahfidzh Al Quran untuk menghasilkan generasi muda yang hafal dan cinta terhadap Al Quran.
Berkat upayanya itu, setidaknya saat ini sebanyak 350 orang anak asuh menimba ilmu di rumah Tahfidzh Nailah yang telah berdiri semenjak tahun 2015 lalu, anak asuh yang saat ini dibinanya itu terdiri dari usia SD, SMP, serta SMA/ SMK sederajat. Lebih separuh di antaranya merupakan anak diusia sekolah dasar.
Keinginan untuk mendirikan rumah bagi penghafal Al Quran oleh Yusron berawal dari ketika didikan yang diterapkan di tengah keluarga dalam mendidik anaknya tentang agama serta menghafal Al Quran. Kemudian muncullah semangat untuk berbagi ilmu dan berdakwah kepada lingkungan sekitar. Ustadz Yusron bersama sang istri, Media Syofiayanti mulai membuka peluang bagi masyarakat sekitar yang ingin belajar ilmu agama dan menghafal Al Quran.
Niat baik itupun direspon oleh masyarakat sekitar, satu per satu masyarakat mengantarkan anak mereka untuk menjadi anak asuh di rumah Tahfidzh Nailah, dibawah naungan yayasan Akramul Afkar yang dikelola oleh H. M Yusron, Lc yang bertempat di Jl.M Syafei, Muaro Sijunjung, Kabupaten Sijunjung.
Untuk menciptakan generasi hafal Alquran, lembaga pendidikan ini menerapkan tiga konsep/ metode pelajaran, berjenjang. Meliputi metode tartil dasar, tartil lanjut, serta tahsin dan tahfiz Quran. “Kita nenempa mereka secara berjenjang, sebelum hafalan Alquran diawali dulu mahir mengaji, atau membaca Al Quran terlebih dahulu,” ujarnya.
Melalui sistem ini minimal ditargetkan anak tamat SD sudah hafal 3 juz, SMP 5 juz, dan SMA 6 juz. Untuk terakomodirnya semua anak didik, jam belajar menerapkan sistem antrian, tiap anak wajib setor ayat paling sedikit 4 baris. Ditunjang ilmu dakwah, dan berbagai ilmu agama lainnya
Menjadikan anak sebagai seorang Hafidzh Al Quran merupakan cita-cita dan keinginan setiap orang tua. Berkat upaya yang dilakukan Ustadz Yusron, keinginan itupun terjawab bagi orang tua yang ingin menjadikan anaknya seorang penghafal Al Quran.
“Beginilah baru kondisinya, masih serba terbatas, dan sederhana. Maklum lembaga swadaya. Namun Alhamdulilah anak-anak asuh di sini cukup bersemangat menimba berbagai ilmu Al Quran,” tutur H.M.Yusron, Lc.
Meskipun dalam perjuangan yang dilakukan Ustadz Yusron tak luput dari berbagai kendala. Namun Ia tidak mau patah semangat, baginya aktivitas pembelajaran ilmu agama terus diupayakan bergerak aktif, diikuti pembenahan sarana prasarana, peralatan dan ditunjang staf pengajar yang berpengalaman dibidangnya.
Sejak berada dibawah naungan yayasan, kegiatan pendidikan dirumah Tahfidz Nailah terus berkembang, sampai-sampai pembangunan gedung tempat belajar turut dibantu para walimurid dan masyarakat secara swadaya. Hingga semuanya bisa ditampung dalam ruang belajar.
Menariknya, siapapun bisa bergabung dan ikut menimba ilmu di rumah Tahfidz Nailah tersebut, asalkan punya keinginan dan semangat yang sungguh. Termasuk bagi keluarga miskin ataupun kurang mampu, pihaknya tidak memberikan patokan biaya pendidikan, cukup alakadarnya saja. Bahkan diantaranya keluarga tak mampu, seperti anak yatim, malah di gratiskan.
Selain Ustadz Yusron sendiri, kini Rumah Tahfidzh Nailah juga memiliki sejumlah guru profesional, diantaranya Ustadz Ardison, SIQ, SPdi, Ustadz Irsal, SIQ, SPdi dan ustzah Iema Yusu, S.Kom. Semuanya berjumlah kurang lebih 5 orang, tiap hari aktif mengajar 4 jam, kecuali sabtu dan Minggu.
“Motifasi kita hanya satu, yakni kedepannya generasi penghafal Al Quran dapat terus tumbuh dan berkembang di Sijunjung. Disampaing pandai mengaji lewat belajar di masjid dan mushalla,” tambahnya. (ndo)