ilustrasi
PAYAKUMBUH, METRO–Misteri kematian Yuliana, perempuan 70 tahun yang tewas di rumahnya, Jorong Taratak, Nagari Tanjuang Gadang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (17/12), masih misteri. Polisi masih berusaha keras mengungkap penyebab kematian sang nenek. Bahkan, untuk mendapat kepastian, petugas membongkar lagi kuburan Yuliana, Rabu (30/12) lalu.
Pembongkaran kuburan Yulilana membuat geger dan mengundang perhatian warga. Orang bejibun banyaknya menyaksikan pembongkaran yang dilakukan Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar. Usai dibongkar, jasad Yuliana diambil untuk diautopsi.
Autopsi terhadap jenazah Yuliana yang sudah 13 hari dikuburkan sejak kejadian itu, dilakukan langsung di tempat selama satu jam, ditangani oleh tim yang terdiri dari 7 orang dokter polisi DVI Polda Sumbar dan 6 orang dokter muda Fakultas Kedokteran Baiturahmah. Selesai autopsi, jenazah Yuliana kembali dikuburkan di lokasi yang sama, setelah sebelumnya dikremasi lagi secara Islam. “Dibongkar untuk memastikan penyebab kematian,” ungkap Dokter RS Bhayangkara Polda Sumbar Dr Rosmawati.
Hasil awal autopsi, ada trauma atau benturan pada bagian kepala belakang. Ada kemungkinan, Yuliana dipukul benda tumpul, hingga meregang nyawa. ”Ada benturan di kepala. Tapi, beluim bisa kita detailkan,” ungkap Rosmawati, didampingi dr Nofriansyah dan dr Eka Purnamasari.
Kapolres Payakumbuh AKBP Yuliani menyebutkan, autopsi penting untuk mengungkap misteri kematian Yuliani. ”Kita berupaya menemukan penyebab kematiannya. Sebab, ada dugaan kematian korban tak wajar. Untuk membuktikannya, tentu harus dilakukan autopsi serta pemeriksaan bukti-bukti lainnya,” kata Yuliani.
Namun, hingga Sabtu (2/1) kemarin, hasil otopsi belum keluar. Lambatnya hasil otopsi keluar dikarenakan adanya libur panjang. ”Mungkin dalam tiga hari atau paling lama seminggu ke depan, hasil autopsi keluar. Kita akan jelaskan secara detail hasilnya. Kasus ini mesti diungkap,” sebut Kapolres wanita yang dekat dengan warga ini.
Seperti diketahui, Yuliana ditemukan meninggal di dalam rumahnya, Kamis (17/12) sekitar Pukul 17.00 WIB sore. Saat ditemukan, kepala Yuliana di bagian belakang memang tampak memar dan berdarah. Gigi tanggal satu. Bagian telinga terlihat luka.
Sementara, perhiasan berupa anting ditemukan di halaman rumah dan satu lagi hilang, begitu juga dengan perhiasan lain berupa emas juga hilang. Namun, hal ini tidak menaruh curiga bagi pihak keluarga dan empat orang anak Yuliana. Esok harinya, jenazah Yulilana selanjutnya dimakamkan tidak jauh dari rumahnya oleh pihak kelularga dan anak-anaknya.
Pascadimakamkan, kematian Yuliana ini sempat menjadi gonjang-ganjing bagi warga setempat atas kecurigaan kematiannya yang tidak wajar. Namun, setelah beberapa hari kejadian tidak ada satupun warga yang melapor ke pihak berwajib, termasuk keempat anak korban. “Awalnya tidak ada yang berani melapor ke polisi. Akhirnya, jajaran yang instens menjalin komunikasi dengan keluarga dan anak korban,” paparnya. (ben)





