Liverpool berhasil mengalahkan Chelsea dan merebut gelar Piala Super Eropa. Ini membuktikan Istanbul selalu manis untuk The Reds.
Pada laga yang dihelat di Vodafone Park, Istanbul, Kamis (15/8) malam WIB, Liverpool sempat tertinggal dulu di babak pertama usai Chelsea mencetak gol lewat Olivier Giroud pada menit ke-36.
Babak kedua berjalan empat menit, Liverpool menyamakan skor lewat Sadio Mane. Skor imbang 1-1 selama 90 menit memaksa laga lanjut ke extra time 2×15 menit. Liverpool sempat memimpin 2-1 pada menit ke-95 lewat gol kedua Mane.
Chelsea lantas menyamakan skor pada menit ke-105 lewat penalti Jorginho menyusul pelanggaran Adrian San Miguel kepada Tammy Abraham. Tak ada gol lagi dan laga harus dituntaskan dengan adu penalti.
Pada babak tos-tosan ini, Liverpool tampil sebagai pemenang setelah Adrian mengadang sepakan eksekutor kelima Chelsea, Abraham, dengan kakinya. Seketika para pemain Liverpool langsung menghampiri Adrian untuk merayakan kemenangan.
Bagi Liverpool, ini adalah trofi Piala Super Eropa keempatnya sekaligus mengulang cerita indah di Istanbul 14 tahun lalu saat mereka jadi juara Liga Champions kelima kalinya. Ceritanya pun mirip-mirip, tertinggal duluan di babak pertama, bangkit di babak kedua, dan kemudian menang adu penalti.
Saat itu Liverpool tertinggal 0-3 dari AC Milan usai dua gol Hernan Crespo meneruskan gol cepat Paolo Maldini. Di babak kedua, Liverpool cuma butuh waktu kurang dari 10 menit untuk menyamakan skor 3-3 lewat Steven Gerrard, Vladimir Smicer, dan Xabi Alonso.
Berimbang 3-3 selama 120 menit, Liverpool lantas menang adu penalti dengan skor 3-2. Penentu kemenangan? Prosesnya sama seperti malam ini, Jerzy Dudek kala itu menepis tendangan Andriy Shevchenko sebagai eksekutor kelima Milan.
Istanbul lagi-lagi menghadirkan cerita indah untuk Liverpool. Kebetulan final Liga Champions musim ini akan dihelat di Attaturk Stadium, stadion tempat Liverpool mengalahkan Milan. Bisakah Si Merah melaju ke sana lagi? Kita tunggu saja.
Sementara usia laga, Manajer Liverpool, Juergen Klopp, menegaskan bahwa tim asuhannya bisa bermain lebih cantik lagi. Di laga dengan Chelsea, Liverpool cuma fokus untuk mengangkat trofi.
”Kami bisa dan akan beramin sepakbola lebih baik. Malam ini cuma tentang menang: kami menemukan jalan untuk menang, itu berarti besar,” kata Klopp di situs UEFA.
Sedangkan Manajer Chelsea, Frank Lampard merasa bahwa Chelsea lebih kuat dari Liverpool saat saling jumpa di Piala Super Eropa. The Blues cuma kurang beruntung.
Dari segi penguasaan bola, Chelsea dan Liverpool juga tak beda jauh. Chelsea punya 47% dan The Reds 53%. Saya merasa kami adalah tim yang lebih kuat – nasib buruk dan penyelesaian buruk, kami harus lebih klinis. Secara keseluruhan saya bangga atas kinerja dan senang,” kata Lampard. (*/boy)












