Lahan pertanian warga yang terendam air sungai Batang Sangir, Solsel.
SOLSEL, METRO–Hujan deras yang turun sejak Selasa Malam (29/12) hingga Rabu (30/12), membuat air Batang Sangir meluap. Akibatnya empat rumah warga terendam banjir, dua jembatan gantung putus, ratusan hektar lahan pertanian terendam, empat irigasi rusak serta hewan ternak hanyut. Tiga kecamatan yang terkena banjir luapan sungai Batang Sangir yaitu Kecamatan Sangir, Sangir Jujuan dan Sangir Batang Hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok Selatan (Solsel) Editorial, mengatakan akibat meluapnya sungai batang sangir membuat tiga kecamatan yang dilalui oleh sungai tersebut terdampak banjir. Dari data yang dilaporkan ke BPBD, 263 lahan pertanian warga terdiri dari sawah 259 hektare dan tanaman palawija empat hektare terendam banjir yang tersebar di dua Kecamatan.
”Selain area persawahan juga ada empat irigasi yang rusak akibat besarnya debit sungai batang Sangir,” katanya.
Untuk kecamatan Sangir, akibat luapan Batang Sangir ini ada empat rumah warga di Jorong Manggiu, Nagari Lubuak Gadang Utara terendam banjir. Selain itu juga ditemukan dua jembatan gantung untuk akses ke lokasi pertanian warga di Nagari Lubuak Gadang Timur putus. Untuk Sangir Jujuan, luapan air sungai merusak empat irigasi di Padang Air Dingin, Batikan, Sawah Padang dan Padang Limau Sundai.
Sementara untuk area persawahan di Sangir Jujuan terdapat 3,5 hekatare masing-masing 1,5 hektare di Nagari Bidar Alam dan Simpang Tiga, Jorong pasar Bidar Alam satu hektare dan Batikan 1,5 hektare.
Luapan air yang terjadi pada malam hari ini, akibatnya tujuh ekor kambing warga di Jorong Koto Gadang Lubuak Malako hanyut. Sedangkan untuk kecamatan Sangir Batang Hari, dampaknya paling parah yaitu di Nagari Ranah Pantai Cermin merendam 200 hektare sawah warga dan 12 ekor kerbau warga hanyut.
Selain itu tiga hektar tanaman palawija juga rusak dan 300 batang sawit ikut terendam. Banjir juga merendam 150 meter persegi kolam warga yang sudah siap panen dan diperkirakan isinya sekitar 750 kilogram. Masih di Sangir, di Nagari Abai 50 hektare sawah warga terendam dan satu hektar tanaman palawija rusak serta tujuh hektare sawah di Sitapus.
Wali Nagari Lubuak Gadang Timur, Kasri menjelaskan, jika di daerahnya selain memutuskan jembatan gantung juga merendam sekitar 10,5 hektare sawah warga. Selain itu hewan ternak warga juga hanyut yakni 2 ekor sapi dan 10 ekor kambing. Jagung warg yang telah selesai panen dan sudah dimasukan kedalam karung, hanyut terbawa arus deras sungai batang Sangir. Diperkiarakan jagung tersebut sebanyk 6,5 ton.
Salah seorang warga di jorong liki, Lubuak Gadang Selatan Kecamatan Sangir, Munir (45), ada sawah sekitar 5 hektar yang siap panen di hondoh air, akibatnya tanaman padi tersebut gagal panen. ”Sawah warga ini berada di pinggir sungai Batang Liki yang terus bermuara ke Batang Sangir, akibat hujan yang turun cukup deras sehingga air meluap dan membaut luapan ini menghondoh tanaman padi yang akan di panen,” jelasnya.
Sementara itu pengakuan warga Bidar Alam Kecamatan Sangir Jujuan Harmaini, beberapa ekor kerbau warga yang ditambatkan di tengah sungai terbawa derasnya arus. Memang, warga di lokasi tersebut, sering menambatkan kerbaunya di tengah sungai, karena sebelumnya air tidak sampai ke lokasi tempat ternak warga diletakan.
”Jumlah pastinya kami tidak tahu, tapi memang di sana warga sering menambatkan kerbaunya di tengah pulau yang berada di tengah sungai,” pungkasnya. (afr)





