BERITA UTAMA

Korban Tewas Keracunan Massal Dharmasraya jadi Dua Orang

0
×

Korban Tewas Keracunan Massal Dharmasraya jadi Dua Orang

Sebarkan artikel ini

DHARMASRAYA, METRO– Korban Keracunan massal akibat makan lontong sayur di Kenagarian Siguntur, Kecamatan Pulau Punjung, Dharmasraya terus bertambah. Jati Aswarti (53) akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh Sabtu (10/8).

Sebelum dinyatakan meninggal, sekira pukul 13.00 Wib, Aswarti yang tergolek lemah sempat dijenguk oleh Bupati Dharmasraya Sutan Riska di Bagian Interne RSUD Sungai Dareh. Bupati sempat menanyakan apa yang dirasakan oleh ibu paroh baya ini. Dan keluarganya menjawab kepala pusing, perut mual dan badannya panas. Tidak disangka, Aswarti akan meninggalkan dunia beberapa menit setelah Bupati Sutan Riska meninggalkan ruangan tempatnya dirawat.

Perihal bertambahnya pasien meninggal dunia akibat keracunan massal di Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung di RSUD Sungai Dareh dibenarkan oleh Direktur RSUD Sungai Dareh drg Chusnul Chotimah Subekti, Kadis Kesehatan dr Rahmadian, dan Walinagari Siguntur Aswat. Malah Aswat menambahkan ada dua lagi sedang kritis di RSUD Sungai Dareh.

“Ada dua yang meninggal dunia, yang kedua buk Jati Aswarti dan telah dibawa keluarga untuk disemayamkan. Sekarang ada 11 pasien yang dirawat di RSUD, 4 orang sedang mendapatkan perawatan di IGD dan sisanya di Interne,” ujar Danramil Pulau Punjung Kapten Caj (K) Tuti Andayani saat ditemui POSMETROdi RSUD Sungai Dareh, Sabtu (10/8) siang.

Baca Juga  Tidak Menerima Bantuan Sosial, Warga Kasang Lapor ke Komisi IV DPRD

Informasi terbaru tambahnya, ada sekitar 30 orang pasien lagi yang di rujuk dari Puskesmas Gunung Medan ke RSUD Sungai Dareh.”Barusan saya dapat kabar dari anggota, bahwa ada 30 pasien lagi yang akan di rujuk ke RSUD Sungai Dareh dari Puskesmas Gunung Medan,” jelas Tuti Andayani.

Bupati Perintahkan Perawatan Maksimum

Enam orang korban Keracunan massal kembali dirujuk ke RSUD Sungai Dareh. Semula keenam orang tersebut dirawat di Puskesmas Gunung Medan. Namun lantaran diperlukan perawatan lebih intensif, maka kelima orang tersebut dirujuk ke RSUD Sungai Dareh. “Baru saja kita merujuk enam korban ke RSUD Sungai Dareh,” Kata Yosta Defina, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Dharmasraya.

Dengan demikian, ada 16 orang yang sudah dirawat di RSUD Pelat Merah itu. Berdasarkan jumlah tersebut, dua orang di antaranya meninggal dunia. Sedangkan sebanyak 15 orang lagi kini masih dirawat di Puskesmas Gunung Medan untuk diobservasi.

Sementara Bupati Sutan Riska minta agar jajaran kesehatan mengerahkan segala sumberdaya untuk mengantisipasi makin parahnya keracunan massal. “Pokoknya lakukan apa saja agar bisa mengantisipasi tidak menjadi lebih parah,” kata Bupati Sutan Riska usai menghadiri paripurna pendapat akhir fraksi atas perubahan APBD 2019.

Baca Juga  Kapolri: 1.062 Polsek Tak Lagi Lakukan Penyidikan Kasus Hukum

Seperti diberitakan sebelumnya,  Sidikitnya 44 orang kini ditangani di beberapa instalasi kesehatan  (Pustu, Puskesmas dan RSUD) di Dharmasraya. Mereka menjadi korban diduga keracunan setelah dijamu dengan lontong sayu saat mengikuti acara yasinan.

Keracunan massal yang disinyalir bermula dari acara Yasinan di rumah salah seorang warga, Jorong Koto Tuo, Nagari Siguntur, Kecamatan Sitiung pada Kamis (8/8). Saat itu sekira ba’da sholat Isha, sekitar 59 orang hadir dalam acara yasinan mingguan tersebut. Seperti biasa, tuan rumah menjamu peserta yasinan dengan makanan ringan berupa lontong sayur. Malah anggota yasinan yang tidak hadir diantarkan juga lontong ke rumahnya.

Sampai Jum’at (9/8) pagi, para anggota yasinan belum merasakan keganjilan terhadap kondisi  badannya. Namun mulai Sabtu dinihari, para anggota yasinan mulai merasakan gejala tidak enak badan. “Kepala  saya pusing, Badan panas dan perut mual,” Ujar korban keracunan, Eli Wati (55)  korban.

Hingga Sabtu (10/8) tengah hari, jumlah warga anggota yasinan yang mengeluh sakit sebanyak 45 orang. Dari jumlah tersebut 2 orang meninggal dunia dan 11 orang lainnya sedang mendapatkan perawatan intensif di RSUD Sungai Dareh. (g)