SUDIRMAN, METRO – Kota Padang, sejak dini hari hingga Jumat (9/8) siang masih diselimuti kabut asap kiriman dari provinsi tetangga. Kuat dugaan kabut asap ini disebabkan oleh kebakaran lahan di Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Dimana lahan perkebunan sawit PT SSS berlokasi di Kabupaten Pelalawan terbakar mencapai 150 hektare.
Pantauan POSMETRO di lapangan, cuaca di Kota Padang diselimuti kabut asap. Kabut asap tipis, beruntungnya tak menggangu pemandangan, karena tidak terlalu tebal. Kabut asap ini mulai terlihat sejak pagi hari. Memasuki sore, kabut asap terlihat masih tipis. Adanya, kabut asap tersebut berimbas terhadap pemandangan Kota Padang yang akhirnya samar-samar.
Kabid Karhutla Dinas Kehutanan Sumbar, Nevin membenarkan adanya kebakaran hutan dan lahan di daerah perbatasan Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar dan Kabupaten Pelalawan. Meski demikian, kata dia, sejauh ini kondisi Sumbar masih aman.
“Iya betul, menurut informasi dari Riau ada kebakaran pembukaan lahan perkebunan di Kabupaten Kampar dan Pelalawan. Tapi, Provinsi Sumbar dalam posisi aman sampai saat sekarang,” ujar Nevin, kepada POSMETRO, Jumat (9/8).
Sejalan dengan kondisi cuaca yang berkabut asap tersebut, Nevin menyebutkan, saat tidak ada ditemukan adanya lahan yang terbakar atau hotspot di Sumbar. Meskipun ada kemunculan asap yang menyelimuti Sumbar, ini diperkirakan berasal dari provinsi tetangga.
“Yang terpantau hanya hot spot nasional. Dipastikan di Sumbar tidak ada kebakaran yang membuat kabut asap,” tutur Nevin.
Udara Sumbar Aman
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbar, Siti Aisyah mengatakan, kualitas udara di Sumbar masih baik. Meski demikian, ancaman polusi harus benar-benar diperhatikan karena sumber polusi makin banyak dan pihaknya terus memperhatikan pengendalian.
“Kalau Sumbar masih berada pada taraf yang baik,” kata Siti.
Siti menyebutkan, demi menjaga kualitas udara tetap baik, pihaknya berupaya mencegah pencemaran sumber bergerak dan tidak bergerak. Sumber bergerak adalah kendaraan bermotor, sedangkan sumber tidak bergerak adalah usaha atau kegiatan yang menghasilkan emisi. Pencegahan pencemaran sumber bergerak dilakukan dengan cara sosialiasi.
Langkah lain yang bisa dilakukan untuk menjaga kualitas udara, kata Siti Aisyah, adalah dengan memperbanyak ruang terbuka hijau alias RTH di Sumbar. Dengan adanya pohon, dia berharap, dapat menyerap karbon monoksida, sehingga dapat menghasilkan oksigen.
“Harus tetap dijaga kualitas oksigen dengan adanya penghijauan. Walaupun untuk rata-rata kualitas udara saat ini masih baik tapi tetap harus diperhatikan,” kata Siti.
Sumbar Berpotensi Hujan
Selanjutnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Padangpariaman memprediksi wilayah Sumbar berawan pada pagi hari, Jumat (9/8). Kemudian, ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, Agam, dan Padangpariaman.
Siang hingga sore hari, Sumbar diprediksi cerah berawan. BMKG juga memprediksi ada potensi hujan sedang hingga lebat di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, dan Padangpariaman.
Selanjutnya, pada malam hari cuaca diprediksi berawan dan berpotensi hujan sedang di wilayah Kepulauan Mentawai, Agam dan Padang Pariaman. Pada dinihari cuaca cerah berawan menyelimuti provinsi Sumatera Barat.
Kemudian, suhu udara di provinsi yang terletak di Pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya, hari ini diprediksi berkisar antara 19 hingga 31 derajat Celsius. Kelembaban udaranya berkisar antara 70 hingga 97 persen.
Lalu, kecepatan angin berkisar antara 04 hingga 20 kilometer per jam yang berhembus dari arah Barat Daya ke Timur Laut. BMKG juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai petir/kilat dan angin kencang sepanjang hari di wilayah Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Pasaman, Limapuluh Kota, Agam, dan Padangpariaman.
Sedangkan, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Sumbar, drg Busril saat dikonfirmasi terkait dampak kabut asap yang menyebabkan ISPA di Sumbar, enggan menjawab teleponnya. Hingga pukul 16.42 WIB pesan WhatsApp yang dilayangkan tak kunjung dibalas. (mil)





