ADINEGORO, METRO – Aksi anggota DPR RI asal Sumbar terpilih Andre Rosiade melaporkan secara resmi dugaan praktik predatory pricing yang dilakukan oleh semen Tiongkok, ‘Conch’ di Indonesia ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Kamis (8/8) menuai pujian. Kedatangan Andre bersama perwakilan Federasi Serikat Pekerja Semen Indonesia dianggap sebagai langkah kongkret.
Pelaporan yang menghiasi media massa dan media sosial (medsos) sepanjang kemarin itu memancing respon dari warga masyarakat dan netizen. Mereka mengaku bangga, Andre yang belum resmi dilantik sebagai wakil rakyat saja sudah berani berbuat. Apalagi nanti kalau sudah dilantik, tentu lebih ril lagi yang dilakukannya.
“Serbuan semen murah asal China ini bukan isapan jempol belaka. Tak lama lagi pasti juga akan masuk ke Sumbar dan para pelaku usaha di bidang semen ini akan panik, bahkan bisa gulung tikar. Jadi, kami mendukung penuh apa yang dilakukan Andre Rosiade ini. Kalau perlu, pemerintah langsung saja usir itu semen China,” kata Putra, warga Kototangah, Padang, kemarin.
Sementara itu, dukungan juga mengalir di media sosial pribadi Andre Rosiade, seperti twitter @andre_rosiade dan Instagram @andre_rosiade. Di laman twitternya, Irma (@IrmaAmran) mendukung penuh aksi Andre ini. Katanya, teruslah dengan perjuangan mu Bung Andre. Jangan pedulikan ocehan para abu-abu yaaa.
Dukungan lainnya dicuitkan Ram.Rass.M (@Graharekayasa) yang menuliskan, Lanjut om kerja nyata. Kami rakyat kecil hanya bisa bantu doa. doni asmon (@doniasmon5) menambahkan, mantap uda @andre_rosiade. Kok mangarek yo sampai putuih, kok maantaan yo sampai-sampai. Selamat berjuang
Dilanjutkan oleh Jamaluddin (@Jamaluddin_03) menulis, @andre_rosiade Abang cek juga semen merah putih anak perusahaan Wilmar Group, sudah dari dulu Import dari China! Ditambahkan cristover renanda (@cristoverrenan1) @andre_rosiade, jangan kalah semen padang.
Andre Rosiade mengaku akan terus mengawal laporan ke KPPU ini. Karena, serbuan semen China bukan main-main. “
Kalau ini kita biarkan, bisa-bisa semen kita nantinya tidak akan laku lagi bersaing di Indonesia sendiri. Terima kasih atas dukungan semua pihak untuk laporan ini. Mari kita kawal prosesnya di KPPU bersama-sama,” katanya.
Sebelumnya disebutkan, kondisi pasar semen domestik mengalami kelebihan pasokan karena gencarnya semen asal China menjual harga di bawah pasaran di pasar semen Indonesia. Hal itu menyebabkan pabrik-pabrik semen lokal membatasi kapasitas produksinya dikisaran 65 persen.
“Dalam kondisi oversupply, sepertiga kapasitas pabrik tidak bekerja namun pabrikan semen asal China ini tetap ekspansif membuka pabrik-pabrik baru. Kami berharap pemerintah segera melakulan moratorium sampai dugaan jual rugi ini diputuskan oleh KPPU,” ujar ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Kondisi itu, tegas dia, tidak boleh dibiarkan karena akan merugikan produk semen Indonesia. “Pasar semen lokal dalam kondisi sangat memprihatinkan atau terancam bangkrut. Kenapa itu bisa terjadi karena ada kebijakan predatory pricing, di mana investor semen Tiongkok yakni semen Conch dengan sengaja menjual semen di Indonesia dengan harga merugi,” jelasnya.
Mantan jubir BPN Prabowo-Sandi ini menjelaskan di saat kondisi oversupply terus berlanjut sangat mungkin produsen akan memainkan harga jual yang sangat rendah sehingga berpotensi mematikan pesaing lainnya.
Andre menambahkan, dalam jangka pendek rendahnya harga semen akan menguntungkan bagi masyarakat, akan tetapi dalam jangka panjang ketika kondisi monopoli terjadi justru konsumen akan dirugikan.
“Saya harap KPPU menindaklanjuti laporan ini dengan profesional demi menyelamatkan industri semen nasional dari terkaman semen China. Saya juga mempertimbangkan untuk membawa persoalan ini ke dalam Pansus DPR mendatang, bila KPPU masuk angin,” kata alumni SMA 2 Padang ini. (r)





