SIJUNJUNG, METRO – Dampak sampah plastik terhadap lingkungan merupakan sebuah ancaman nyata dan membahayakan. Bahkan, untuk menekan peredaran sampah plastik dilingkungan, pemerintah daerah Kabupaten Sijunjung melalui Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) menghadirkan program gerakan pengurangan sampah plastik atau disingkat dengan Gapersik.
Meskipun secara keseluruhan dan totalitas peredaran sampah plastik di lingkungan belum bisa diatasi.Namun, program tersebut berupaya untuk menekan jumlah sampah plastik serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan lingkungan.
Dinas Perkim LH Kabupaten Sijunjung saat ini telah menghadirkan sejumlah program dan inovasi untuk kelestarian lingkungan, terutama dalam penanganan kebersihan lingkungan. Seperti adanya program Jumat pagi bersihkan lingkungan (Jumpa Berlian) kemudian program Gapersik, serta program Kotaku (Kota Tanpa Kumuh).
Kepala Dinas Riki Maineldi Neri menjelaskan, perhatian terhadap lingkungan perlu ditingkatkan dan di sosialisasikan kepada masyarakat.
“Kesadaran peduli lingkungan ini perlu kita tingkatkan, kita di dinas telah meluncurkan beberapa program dan inovasi untuk itu, dan Alhamdulillah itu semua sudah berjalan saat ini. Meskipun belum totalitas, namun ini sebuah upaya untuk menekannya dan meningkatkan kesadaran masyarakat di Kabupaten Sijunjung,” tutur Kepala Dinas Perkim LH Riki Maineldi Neri.
Dalam pencanangan program Gapersik, kegiatan itu langsung dipelopori Bupati Yuswir Arifin bersama Forkopimda dan OPD turun langsung dan memunguti sampah di sepanjang jalan dari lapangan M Yamin – Simpang Tugu-Polres Sijunjung-SMA 1 Sijunjung-Pulau Berambai kemudian kembali ke Lapangan M.Yamin, Senin (5/8).
“Setidaknya peredaran sampah plastik kita tekan dan mengurangi jumlahnya. Ini baru permulaan masih di lingkungan Dinas dan OPD serta instansi pemerintahan, nanti program ini akan berlanjut hingga tingkat kecamatan dan nagari yang ada,” jelas Riki.
Selain itu pihaknya juga telah membuat kebijakan agar penggunaan makanan dan minuman yang menggunakan sampah plastik untuk dikurangi.
Selanjutnya, pemahaman dan bimtek terhadap masyarakat tentang pengelompokan sampah dan ketersediaan tempat sampah dikawasan permukiman juga akan dilakukan. (ndo)





