PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kemarin, menerima kunjungan Wali Kota Pariaman H Genius Umar dalam membahas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dari Kota Pariaman. Pasalnya, TPA Kota Pariaman di Tungka telah penuh.
Genius didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Efendi Jamal, dan Plt Kepala Dinas Kominfo Hendri. Sementara Ali Mukhni didampingi Kepala Dinas LHPKPP Yuniswan, Kepala BPKD Armeyn Rangkuti, Kabag Humas Andri Satria Masri, dan Kabid Persampahan Arkadius.
Hubungan antara Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dengan Walikota Pariaman Genius Umar layaknya kakak adik. Hubungan baik tersebut sangat positif dan menguntungkan bagi kedua daerah yang mereka pimpin.
Betapa tidak, beberapa persoalan pelik yang menyangkut kepentingan kedua daerah selesai hanya lewat ngobrol santai kedua kepala daerah tersebut.
Bagaimanapun Kota Pariaman dan Kabupaten Padangpariaman tidak bisa dipisahkan. Meski sudah berpisah 16 tahun lebih, namun kedua daerah masih memiliki banyak persoalan yang belum tuntas, terutama menyangkut pengalihan aset, perbatasan dan kerjasama antar dua daerah.
Pertemuan dua orang nomor satu di Piaman Laweh kali ini guna menjalin sinergitas dua daerah serumpun yang beradik-kakak ini.
Adapun poin pembicaraan yang didiskusikan secara intens hingga sampai di meja makan siang itu antara lain Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik Kota Pariaman di Tungka sudah tidak dapat lagi menampung sampah warga Kota Pariaman dikarenakan luasnya hanya 1 hektar.
Sementara lahan pengganti belum tersedia karena itu pihak Pemko Pariaman mendengar Kabupaten Padangpariaman sedang membangun TPA regional Sumatera seluas 20 Ha yang didanai APBN sebesar Rp1,3 triliun. Pihak Pemko Pariaman mengajukan permohonan untuk bisa ikut memanfaatkan TPA yang ada di Padangpariaman dalam bentuk kerjasama pengelolaan persampahan.
Pelayanan air minum untuk warga Kota Pariaman belum terpenuhi secara maksimal, sementara PDAM Padangpariaman memiliki kapasitas terpasang yang sangat besar dan bisa melayani seluruh wilayah hingga sampai Kota Pariaman. Walikota Pariaman meminta PDAM Padangpariaman dapat meluaskan jangkauan pelayanan air minumnya.
Melihat aset sarana prasrana perkantoran Pemkab Padangpariaman yang cukup banyak di wilayah Kota Pariaman, Walikota Genius menyarankan ke Bupati Ali Mukhni untuk mengalihfungsikan sarana prasarana tersebut suatu saat menjadi hotel dan convention centre jika perkantoran Pemkab Padangpariaman telah dipindahkan semuanya ke Parit Malintang. Genius mengakui bahwa fasilitas penginapan di Kota Pariaman belum representatif untuk menampung wisatawan yang semakin membludak ke Pariaman.
Penataan pinggir sungai di kawasan eks Kantor Bupati dan Gedung DPRD Kabupaten Padangpariaman untuk mendukung program Kota Pariaman dengan konsep Water Front City.
Dukungan fasilitas sarana olahraga (veneu) untuk rencana pengusulan Kota Pariaman menjadi Tuan Rumah PORPROV Sumatera Barat tahun 2020 nanti. Berdasarkan informasi dari beberapa pihak, Kabupaten Pasaman Barat menyatakan ketidaksiapannya menjadi tuan rumah. Hal ini kesempatan bagi Kota Pariaman untuk mengambil alih tuan rumah tentu dengan bantuan dari Padangpariaman dalam kerjasama pemakaian veneu.
Dalam hasil pertemuan tersebut, Bupati Padangpariaman Ali Mukhni menyambut baik tindak lanjut kerjasama ini yang MoU-nya sudah ditandatangani beberapa tahun yang lalu.
”Pariaman dan Padangpariaman hanya dipisahkan oleh administratif wilayah. Sebenarnya kedua daerah tidak bisa dibedakan dan dipisahkan. Untuk itu, apa yang bisa dilakukan secara bersama untuk kemajuan dan kesejahteraan warga kedua daerah adalah pemikiran kita berdua,” kata BUpati Padangpariaman H Ali Mukhni kepada Genius.
Itulah kenapa, kata Ali Mukhni lagi, rumah dinas yang disebutnya rumah rakyat di Karan Aur dipertahankan dan lebih diperindah bentuk bangunannya itu adalah dalam rangka ikut memajukan pariwisata di Pariaman, selain juga mempertahankan sejarah bahwa Pariaman adalah ibukota Kabupaten Padangpariaman dulunya.
Ke depan daerah yang secara kebudayaan, kultur dan kebiasaan masih satu ini masih banyak yang perlu disinergikan sehingga ke dua daerah ini bisa sama-sama berkembang sebagai daerah yang lebih maju. (efa)





