BERITA UTAMA

Rumah dan 3 Motor Terbakar, Pemilik Terluka, Ledakan Elpiji Sulitkan Petugas

0
×

Rumah dan 3 Motor Terbakar, Pemilik Terluka, Ledakan Elpiji Sulitkan Petugas

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Satu unit rumah yang kedai jualan keperluan sehari-hari di daerah Kubu Dalam, Kelurahan Parak Karakah, Kecamatan Padang Timur ludes dilahap si jago merah, Selasa (6/8) sekitar pukul 11.00 WIB. Keberadaan gas elpiji yang dijual pemilik yang ikut terbakar sempat menyulitkan petugas memadamkan api.
Pantauan di lokasi kejadian, terlihat warga masyarakat ramai mengerubungi lokasi, sekadar ingin melihat, atau membantu memadamkan api. Warga mulai menghindar, ketika armada pemadam kebakaran (Damkar) datang berjibaku memadamkan api.
Beberapa warga juga terlibat membantu mengeluarkan barang yang bisa diselamatkan saat anggota Damkar melakukan pendinginan setelah api dipadamkan. “Terbakarnya warung harian atau grosir ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB,” ujar Jek (42), warga sekitar yang turut serta membantu memadamkan api.
Katanya, warung tersebut menjual perlengkapan kebutuhan sehari-hari, mulai dari kebutuhan pokok hingga peralatan lainnya.
“Semuanya habis, apinya sangat besar. Bahkan rumah yang berdekatan di sebelah rumah yang terbakar kacanya sampai pecah,” lanjut Jek.
Ia mengatakan, warung tersebut banyak yang menyebutnya Kedai Pak Kumis. Pemilik warung yang bernama asli Safar, mengalami luka bakar akibat menyelamatkan barang-barang berharga miliknya.
“Api terlihat berawal dari dapur. Mungkin karena ada gas di dalamnya membuat api cepat membesar. Ditambah lagi material warung banyak terbuat dari kayu. Kabarnya pemilik mengalami luka bakar pada bagian punggung,” tutupnya.
Kabid Ops Dinas Damkar Kota Padang, Basril yang berada dilokasi dan memimpin pemadaman mengatakan, rumah sekaligus warung yang terbakar adalah milik Syafrudin (55). “Di dalam rumah banyak barang yang mudah terbakar, sehingga api cepat membesar” ujar Basril
Ia mengatakan, untuk proses pemadaman dengan cara diurai. Kalau tidak, akan memakan waktu yang lama. Damkar mengirimkan empat unit armada, termasuk mobil armada yang dari Mako. “Dengan 4 armada dan personel ada sekitar 80 orang, sekitar 1 jam api dapat dipadamkan,” lanjutnya.
Dikatakannya, akibat kejadian tersebut dua unit sepeda motor dan satu bentor iku terbakar. “Total kerugian ditaksir sekitar Rp200 juta,” ujarnya.
Dia juga mengimbau mengingat saat ini musim kemarau, masyarakat harus lebih berhati-hati. Untuk bahan-bahan yang mudah terbakar seperti gas dan minyak, serta barang lainnya jauhkan dari bangunan rumah seta dari sesuatu yang bisa memicu api.
Buatkan satu gudang sendiri. Sehingga tidak menyebar ke bangunan lain. Mudah-mudahan kejadian ini tidak terjadi lagi,” tutupnya.
Dapur Kayu Terbakar
Sementara itu di Kota Solok, rumah kayu milik Afriyati (50) yang berada di Kelurahan VI Suku nyaris jadi abu, Selasa Sore (6/8). Beruntung api cepat dipadamkan sebelum merambat kebagian bangunan lain.
Kebakaran yang terjadi sore sekitar pukul 15.30 WIB sempat membuat warga sekitar panik. Kebakaran yang terjadi di pemukiman warga yang cukup padat itu cepat diketahui warga.
Api yang sempat membesar dan menghanguskan bagian dapur rumah milik korban dapat dipadamkan oleh petugas dibantu warga. Damkar Kota Solok yang mendapat laporan dari warga langsung mengerahkan 3 unit mobil Damkar ke lokasi kejadian.
Kabid Damkar Kota Solok Ikhlas mengatakan, kebakaran diketahui berasal dari bagian dapur. “Alhamdulillah, api sudah padam dan tidak merembet ke bangunan lainnya. Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran belum diketahui,” katanya. (r/vko)