PADANG, METRO – Seorang guru dituntut selalu akrab dengan buku serta memiliki motivasi menulis untuk meningkatkan kinerja dan keprofesionalan. Untuk menggebrak literasi menulis dari meja guru, Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG PAI) SD Kota Padang mengadakan kegiatan rapat kerja (raker) dan workshop literasi puisi Islam.
Kegiatan raker dan workshop di buka secara resmi oleh Walikota Padang diwakili Kabag Kesra Pemko Padang ,Jamilus. Dia menyampaikan sangat menyambut antusias acara yang diangkat oleh KKG PAI SD Kota Padang karena Pemko Padang sangat peduli dalam sektor pendidikan. Apalagi dalam pembentukan pendidikan berkarakter agama.
“Guru PAI menjadi garda terdepan dalam mengembangkan pendidikan berkarakter religi ini di sekolah. kita harapkan guru terutama yang ikut dalam workshop ini lebih terbuka pandangannya dalam mendidik siswa. Sehingga berdampak pada peningkatan mutu. Apalagi guru PAI SD, tentunya menjadi dasar dalam pembentukan karakter anak,” katanya
Menurutnya, menumbuhkan kebiasaan menulis bagi peserta didik, peran guru sangat penting. Guru harus sabar dalam membimbing maupun mendampingi siswa berproses untuk menghasilkan karya. Agar bisa menulis. Guru harus bisa melayani siswa dalam pembimbingan. Salah satu cara penumbuhan budaya literasi dalam menulis kreatif dalam bersastra, khususnya dalam menulis puisi.
Pada saat membuka acara, ketua panitia Abdul Khaidir menyampaikan kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari ini, bertujuan menumbuhkan kembangkan kegemaran dan kebiasaan menulis bagi guru serta siswa dalam proses belajar mengajar.
Salah satu tujuan dari acara ini adalah selain menuntun agar guru pendidikan agama Islam dan siswa berinovasi dalam bentuk penulisan puisi Islami juga bagian dari mewujudkan program pemerintah Kota Padang dalam mewujudkan Padang yang religious, sesuai dengan visi dan misi pembangunan Kota Padang.
“ Kegiatan kita laksankan sema dua hari. Sabu (3/8)- Minggu (4/8). Untuk hari sabtu kita laksanakan basko Hotel dan Minggunya berkunjung ke ke rumah Taufiq Ismail di Padang Panjang,” jelasnya,
Kegiatan ini mengangkat tema menemukan, menciptakan karya seni sastra puisi, dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan dan pemilihan keterampilan. Untuk peserta peserta terdiri atas 129 guru, 47 siswa. Selain dari Kota Padang peserta juga ada dari beberapa Kabupaten Kota lainnya.
“Kita menyampaikan terimakasih atas dukungan Kemenag Kota Padang dan Pemko Padang. Kita berharap, setelah kegiatan ini guru dan siswa lebih kreatif dalam mengembangkan pendidikan,” katanya.
Kasi PAI Kemenag Padang, Aidil Khurdiansyah dalam sambutannya, menyampaikan terimakasih kepada pengurus KKG PAI SD Kota Padang yang telah mengangkat acara berskala nasional tersebut. Dia juga mengatakan bahwa raker dan workshop yang dilaksankan KKG PAI SD Kota Padang ini merupakan acara pertama di Sumatera Barat.
“ Kita cukup bangga KKG PAI SD Kota Padang bisa mengkat acara ini, semoha menjadi percontohan bagi Kabupaten/Kota lain,” ungkapnya.
Dia juga menyebutkan bahwa dari 129 peserta, sebagian adalah guru PNS sertifikasi Kota Padang , ada juga yang sudah sudah sertifikasi tapi non PNS, bahkan ada juga guru non PNS dan belum sertifikasi tapi ikut dalam acara tersebut.
“Kenapa kita antusias membuat acara ini, karena acara ini samgat bermanfaat untuk kita semua. Terutama untuk angka kredit kenaikan pangkat. Pengembangan keprofesionalan berkelanjutan harus ada karya inovasi . Membuat Karya inivosi itu tidak lah sudah, kalaulah mampu membuat puisi satu sehari, selama 40 hari berarti ada 40 puluh puisi. Kalau itu dijilid tentu akan menjadi buku dan bisa mendapat angka kredit empat,” terangnya.
Dia juga menyampaikan, jika di tahun 2019 ini KKG PAI SD Kota Padang berhasil mengembangkan literiasi puisi, maka 2020 nanti KKG PAI SD Kota Padang harus mengembangkan literasi digital karena semua orang saat ini sudah punya androit. “ Semua menulis di situ, tapi tidak ada angka kreditnya. Nanti kita akan mendatangkan pakarnya bagaimana dengan literasi digital, tulisan di medsos bisa mendapat angka kredit. Sehingga kita menjadi guru agama yang professional,” tambahnya.
Kemudian, sesuai dengan program Walikota, menjadikan Kota Padang menjadi kota yang religius, maka harapan dari Kemanag Kota Padang dengan kegiatan ini lahir puisi puisi Islami dari guru-guru agama. Sehingga bisa memotivasi masyarakat bahwa Kota Padang adalah gudangnya puitis Islami
“Orang Sumbar adalah orang yang senang berpuisi dan itu dibuktikan Taufiq Islami. Tapi sayangnya era sekarang mulai hilang tidak ada lagi Taufiq Ismail yang baru. Maka dari itu dari literasi puisi ini kita lahirkan Taufiq Ismail yang baru,” pungkasnya. (hsb)





