ULUGADUT, METRO – Sepuluh hari jelang Hari Raya Idul Adha 1440 H, permintaan sapi di Padang dari pengurus masjid/mushalla mengalami peningkatan. Persentase permintaan mencapai 80 persen.
“Permintaan dari pengurus masjid dan mushalla sudah ramai, mungkin karena waktu pelaksanaan Hari Raya Kurban semakin mendekat,” kata Syaufito (49), salah seorang toke sapi di kawasan Ulu Gadut, Kecamatan Pauh, Kamis (1/8).
Untuk harga sapi kurban per ekor dijual kepada pengurus masjid/mushalla seharga Rp15,5 juta dengan berat 65-70 kg. Biasanya, para peserta kurban akan dikenakan biaya Rp2,2 juta hingga Rp2,3 juta.
“Jenis sapi yang ada biasanya sapi simental, kampung dan bali. Harga sapi termahal Rp20 juta dengan berat 130 kg,” ujar Syaufito, yang juga mantan Kasi Pemberdayaan Masyarakat, Kecamatan Lubeg ini.
Dijelaskan Fito, sapi kurban yang dijual berasal dari Medan, Palembang, dan Pesisir Selatan. Namun, rata-rata sapi yang lebih banyak diambil adalah dari Medan. Pasalnya, sapi dari medan kualitas dagingnya padat dan enak.
Saat ini, ia memiliki stok sapi sekitar 300 ekor.
“Pembeli yang datang bermacam-macam, mulai dari Bukittinggi, Pariaman, Tanahdatar dan Kota Padang,” ucap Fito yang sekarang menjabat sebagai Kasi Trantib Kelurahan Cengkeh.
Untuk sapi kurban yang dimiliki, menurut Fito, makanan yang diberi antara lain rumput, sagu serta dikasih air. Perawatannya juga rutin 3 kali setiap hari baik mandinya atau pun pembersihan kandang sapi.
“Surat-surat kesehatan sapi lengkap dan sapinya tidak ada yang sakit atau gila,” sebutnya, yang sudah 15 tahun melakoni profesi ini.
Selain itu, sapi yang sudah dibeli nanti, mekanisme pengantarannya tergantung permintaan. Bisa dijemput sendiri dan diantar oleh anggota yang ada.
“Rata-rata sapi diantar ke masjid/mushalla yang memesan,” sebutnya. (ade)





