METRO PADANG

Datuak Maringgih Percantik Batang Arau

0
×

Datuak Maringgih Percantik Batang Arau

Sebarkan artikel ini

KAWASAN Batang Arau, Kecamatan Padang Selatan, yang sering dicap sebagai kawasan kumuh, kini telah disulap menjadi destinasi wisata. Kawasan yang menjadi pintu masuk ke wisata Pantai Air Manis, dan Gunung Padang ini mulai ramai disinggahi para wisatawan lokal hingga mancanegara.
Di kawasan itu sudah ada tempat berswa foto bagi wisatawan yang ingin mengabadikan legenda Siti Nurbaya dan Datuak Maringgih. Sebuah kapal dengan ikon Datuak Maringgih dibuat untuk mempercantik Kelurahan Batang Arau.
Ketua Pokdarwis Kelurahan Batang Arau, Rudi Yanto mengungkapkan, kapal besar tersebut diibaratkan menggambarkan mata pencarian masyarakat sebagai nelayan. Tugu Kapal dengan latar lukisan tiga dimensi, sebagai wisata sejarah, yang menceritakan keseharian penduduk sekitar yang mencari nafkah dengan cara melaut.
Dengan adanya area berswa foto ini, pada sore hari hingga malam hari tugu ini selalu ramai didatangi. Ada yang duduk-duduk, dan ada juga yang berlatih skateboard karena memang disana disediakan arenanya.
“Dengan perubahan daerah ini, kami bergiat terus membuat inovasi baru, seperti sebelumnya pengecatan kampung warna warni. Dimana konsepnya rumah-rumah itu dicat beragam warna hingga jalannya juga. Ini agar daya tarik pengunjung ada dan kunjungan wisatawan meningkat,” katanya.
Untuk ke depan, juga dilakukan penataan pedagang kuliner. Sehingga kawasan Batang Arau makin rapi, dan pengunjung tidak susah mencari lokasi kuliner.
Sementara itu, Lurah Batang Arau, Eka Saputra mengatakan kunjungan wisata sudah meningkat dari yang biasanya. Lalu, upaya dalam mempertahankan itu, kita mengingatkan pada warga untuk tak membuang sampah sembarangan atau ke sungaii. Ini agar lokasi ini terlihat bersih terus dan pengunjung tidak resah.
“Melalui RW dan RT kita telah sampaikan hal ini, alhamdulillah respon warga ada,” ujarnya.
Selanjutnya, kepada warga kita minta terus perannya dalam kegiatan yang akan dilaksanakan terutama pembangunan pedestrian. Jika tuntas nanti, maka pengaruhnya juga untuk daerah ini serta manfaat untuk kita semua.
“Untuk penataan lokasi kuliner memang harus direalisasikan, agar perekonomian warga bangkit dan berkembang serta kesejahteraan pedagang tetap ada,” sebutnya. (ade)

Baca Juga  Nunggak Pajak, Pemko Padang Segel Kyriad Bumiminang Hotel, 4 Restoran juga Disegel, Tunggakan Capai Rp7 Miliar