JENJANG Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini banyak bermunculan di tengah-tengah masyarakat. Begitu juga PAUD tumbuh berkembang di Kota Pariaman. PAUD tersebut memiliki nilai mulia dalam mencetak generasi muda bangsa yang terlatih sejak usia dini dan bebas dari kenakan remaja. Sayangnya, kebanyakan tenaga pengajar PAUD banyak yang tidak berpendidikan sarjana. Umumnya, mereka para tenaga pengajar PAUD rata-rata berpendidikan tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) sederajat SMA dan SMK.
Sementara kondisi setiap tahun sangat ramainya anak-anak mendaftarkan masuk ke pendidikan anak usia dini (PAUD). Bahkan angka menunjukkan tingginya minat orang tua ( masyarakat ) untuk menyekolahkan anak-anaknya sejak dini ke PAUD atau TK. Banyak alasan di balik fenomena ini, mulai dari sekedar mengikuti arus lingkungan, alternatif untuk mengisi waktu bagi anak, mengurangi waktu asuh oleh Asisten Rumah Tangga (ART) di rumah dikarenakan kedua orang tua bekerja. Apalagi institusi pendidikan yang berkembang menjadi suatu jalur pendidikan yang wajib PAUD atau Taman Kanak-Kanak diikuti sang anak sebelum masuk ke jenjang Sekolah Dasar (SD).
Kenapa tidak, bisa dilihat dari beberapa sekolah dasar swasta yang mensyaratkan ijazah PAUD dan TK bagi calon murid baru. Sekolah Dasar baik negeri maupun swasta banyak yang mensyaratkan siswa baru untuk memliki skill membaca, menghitung bahkan berbahasa inggris. Atas dasar itulah beberapa PAUD dan TK telah mulai memasukan skill tersebut dalam silabus pengajaran. Anak-anak usia tersebut harus dipandu cara berpikir secara besar, cara mencerna dan berdaya nalar.
Sayangnya, beberapa lembaga pendidikan anak usia dini, seperti PAUD belum mengajarkan tentang banyak metode atau program, karena keterbatasan tenaga pengajar yang tamatan SLTA atau SMA serta SMK. Kondisi demikian jelas mereka dianggap belum mampu mengikuti perkembangan zaman, karena latar belakang ahli didiknya. Makanya, kondisi mereka harus menjadi perhatian pemerintah dalam mencetak tenaga pengajar di PAUD dan TK.
Melihat kondisi demikian Walikota Pariaman H Genius Umar dan Wakil Walikota Pariaman H Mardison Mahyuddin bertekat menjadikan tenaga pengajar PAUD atau TKP di Kota Pariaman setahap-setahap harus memiliki jenjang pendidikan sarjana atau SI. “Kita saat ini lagi melakukan proses tentang persiapan tenaga pengajar PAUD atau TK jenjang pendidikannya sarajana. Kita saat ini lagi mengusahakan kerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP) dalam persiapan tenaga pengajar PAUD ini,” kata Genius Umar, kemarin.
Katanya, kerja sama yang diritis Pemko Pariaman dengan UNP tersebut dapat dipergunakan dalam menyiapkan tenaga pengajar PAUD dan TK tersebut. Bagaimana teknisnya nanti akan dibahas atau persiapan tenaga pengajar PAUD dan TK ini memakai dana desa atau lurah.
“Kita melakukan hal demikian, dalam rangka menyiapan generasi mud abagsa dari Kota Pariaman yang terlatih sejak usia dini dan mereka bebas dari berbagai jenis kenakalan remaja, salah satunya bebas dari pengaruh bebagai jenis narkoba,” ungkapnya.
Sebab katanya, persiapan generasi muda bangsa ini ada ditangan pemerintah. Atas dasar itulah lanjutnya, pemko berniat untuk menyekolah tenaga pengajar PAUD atau TK ke jenjang pendidikan sarjana, sehingga masing-masing ilmunya semakin tinggi dalam mendidikan anak usia dini.
“Kita perlu persiapan mereka tenaga pengajar dengan baik. Baik tenaga pengajar otomatis peserta didiknya juga baik yang dihasilkannya. Namun demikian teknisnya perlu kajian mendalam, apakah dibiayai dibantu separoh uang kuliah atau bagaimana nantinya,” ungkap Genius.
Sebelumnya, Sabtu kemarin, secara serentak di seluruh Indonesia dan khususnya Kota Pariaman mengadakan kegiatan Gerakan Nasional Orang Tua Membacakan Buku (GERNAS BAKU) yang bertempat di Aula BP PAUD DIKMAS Kota Pariaman yang diikuti oleh seluruh Lembaga PAUD yang ada di Kota Pariaman.
Kanderi Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga menyampaikan bahwa acara GERNAS ini merupakan program dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Pembinaan Pendidikan Keluarga, Ditjen PAUD dan Dikmas, yang bertujuan untuk mendukung inisiatif dan peran keluarga dalam meningkatkan minat baca anak melalui pembiasaan di rumah, di satuan PAUD, dan di masyarakat.
Kanderi juga menjelaskan dalam acara ini di hadiri oleh 92 Lembaga PAUD yang ada di Kota Pariaman dengan menghadirkan 2 orang tua murid dan 2 orang murid PAUD per masing-masing Lembaga PAUD dengan jumlah keseluruhannya sebanyak 368 orang.
Sementara itu, Walikota Pariaman Genius Umar menyampaikan buku itu adalah jendelanya dunia, jadi dengan membaca buku dapat diibaratkan, sedang membuka jendela dunia karena dengan membaca buku akan bisa juga memperluas wawasan. “Disini peran keluarga sangat penting dalam menumbuhkan minat baca anak, dan bagi orang tua yang biasa membacakan cerita kepada anak-anaknya merupakan satu contoh yang baik yang bisa diterapkan oleh semua keluarga, selain itu kebiasaan ini juga dapat mempererat hubungan emosional antara-anak dengan orang tuanya, jadi mari kita doakan agar anak-anak kita dapat membuka cakrawala dunianya dengan membaca agar mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang membanggakan dimasa yang akan datang,” ujarnya.
Sedangkan Lucyanel Genius mengatakan bahwa membacakan buku kepada anak-anak sangatlah penting sekali untuk dilakukan karena dengan membacakan buku akan bisa menambahkan kosa kata baru, kemampuan mengungkapkan ide, rasa ingin tahu dan juga bisa mengembangkan daya imajinasi anak.
“Saya sangat mensuport sekali kegiatan ini karena dengan GERNAS akan bisa mencetak generasi penerus bangsa Kota Pariaman yang hebat dan luar biasa, dan itu harus terlahir dari anak-anak yang cinta buku dan rajin membaca buku,” ujar Bunda PAUD Kota Pariaman ini.
“Untuk itu saya himbau kepada para orang tua se-Kota Pariaman agar bisa melaksanakan program SABU-SABU yaitu Satu Bulan Satu Buku yang kita bacakan kepada mereka agar jendela dunia dan ilmu pengetahuan dapat mereka jangkau setinggi mungkin, dan buku yang kita bacakan tersebut bisa berupa buku cerita, komik, ensiklopedi, cerita islami dan lain sebagainya,” jelas beliau lebih lanjut.
Acara GERNAS ini juga dihadiri oleh Kepala BP PAUD DIKMAS Regional Sumatera Barat, Kepala OPD , Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Pariaman, HIMPAUDI, dan Pengurus TP PKK Kota Pariaman, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan Bunda PAUD Kota Pariaman. (efa)





