AGAM/BUKITTINGGIMETRO SUMBAR

Galakkan Gerakan Selamatkan Danau Maninjau

0
×

Galakkan Gerakan Selamatkan Danau Maninjau

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO – Kepedulian terhadap Danau Maninjau saat ini menjadi perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Agam. Pasalnya, danau yang menjadi ikon kelok 44 yang dikenal dengan keindahanya, beberapa tahun belakangan sudah dikatakan tercemar, sehingga harus menjadi perhatian kusus masyarakat.
Camat Tanjung Raya Andria Asmi menuturkan untuk mengembalikan iko Danua maninjau yang dahulunya “tapian tampek mandi” bagi masyarakat Salingka Danau Maninjau. Pemerintah Kecamatan Tanjung Raya saat ini memang gencar melaksanakan program penyelamatan terhadap Danau maninjau yang sudah di kategorikan bahaya katanya
Kemudian ditambahkan Andria Asmi, program penyelamatan Danau maninjau melibatkan berbagai elemen untuk mencari langkah serta strategi. Namun langkah itu dimulai dari lingkungan sekitar, Pemerintah Kecamatan bersama Tokoh masyarakat serta seluruh elemen masyarakat memberikan gambaran khusus kepedulian terhadap Danau Maninjau tersebut.
“Mulai dari kegiatan rutin goro bersama untuk membersihkan lokasi-lokasi yang dianggap rawan dalam pencemaran Danau maninjau. Contohnya di lokasi-lokasi keramba yang sudah tidak aktif lagi, kita akan upayakan bersama-sama untuk mengeluarkan keramba yang sudah tidak layak pakai, atau keramba yang sudah ditinggal oleh pemiliknya,” ujarnya.
Andria Asmi menjelaskan pihaknya juga mengupayakan pembersihan eceng gondok yang akan merusak keindahan Danau. Agar kegiatan ini berjalan secara berkesinambungan, pihaknya juga mengaktifkan kelompok-kelompok Peduli lingkungan, kelompok peduli wisata yang saat sekarang ini sudah memperlihatkan eksitensinya.
“Kelompok-kelompok ini sudah melaksanakan goro bersama, penghijauan lingkungan di lokasi-lokasi wisata dan ini akan terus kita evaluasi agar keindahan salingka danau bisa hadir kembali di tengah-tengah masyarakat Maninjau. Tapi sekarang kondisinya untuk mandi, mencuci tanganpun kita tak sanggup, karena bakterinya bisa membuat badan kita gatal-gatal,” ujarnya.
Camat mengharapkan program yang dilaksanakan menjadi perhatian khusus bagi masyarakat salingka Danau maninjau. Untuk itu, harus direnungkan bersama untuk terus peduli terhadap Danau Maninjau sehingga menjaga keselamatan ekositem yang ada dan lingkungan lestari.
“Contohnya saja rinuak, atau pensi, bisa kita katakan sudah susah kita dapatkan, sebab okosistem yang ada di Danau tersebut sudah rusak. Jadi perkembanganya bisa di katakan akan punah untuk selama-lamanya Jadi marilah kita upayakan kembali mengembalikan kejayaan Danau Maninjau. Kalau danau sudah bersih lingkungan sudah tertata dengan wisatawan akan hadir kembali di daerah kita ini,” pungkasnya. (pry)

Baca Juga  Mendag Sebut Kuatnya UMKM Dorong Kemajuan Ekonomi Indonesia