METRO PESISIR

Harga Sembako Naik Tajam

0
×

Harga Sembako Naik Tajam

Sebarkan artikel ini

PDGPARIAMAN, METRO – Beban para ibu-ibu rumah tangga dalam menjalankan roda kehidupan ( kebutuhan dapur ) semakin berat hingga kini. Pasalnya, hampir semua kebutuhan bahan pokok mengalami kenaikan yang cukup mengejutkan. Akibatnya, banyak ibu-ibu mengeluh dengan kondisi tersebut. “Kenapa tidak, uang yang diterima suaminya tidak mengalami kenaikan, sementra kebutuhan pokok dapur sangat tinggi,” kata Nora salah seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Pasar Sicincin, kemarin.
Katanya, mulai dari cabe, ikan, daging ayam dan jenis lainnya mengalami kenaikan. Ini yang membuat para ibu-ibu rumah tangga mengeluh. “kita berharap pemerintah turun tangan dalam persoalan kenaikan bahan pokok ini,” ungkapnya.
Melihat kondisi demikian, Kepala Dinas Perikanan Padangpariaman Zainil mendorong nelayan di daerah itu untuk membudidayakan udang vaname sebagai usaha tambahan selain melaut.
“Potensi budidaya udang vaname cukup besar di daerah itu, apalagi nelayan kebanyakan bermukim di kawasan pantai bisa memiliki usaha ini. Usaha ini agar ketika cuaca buruk nelayan masih bisa berpenghasilan. Usaha tambak udang ini memiliki potensi pasar yang besar dengan keuntungan yang menggiurkan,” ujarnya.
Namun modal pertama untuk budidaya udang vaname ini memang besar, tetapi modal ini biasanya akan kembali hanya dengan sekali panen. Dirinya memperkirakan satu tambak ukuran 20×20 diperlukan dana hingga Rp50 juta. Angka ini berlaku untuk modal pertama sedangkan untuk tahap selanjutnya nelayan tinggal membeli bibit dan pakan.
Dana tersebut lanjutnya bisa didapatkan melalui bantuan dari pemerintah, bantuan sosial perusahaan, dan pinjaman melalui koperasi. “Jadi buat dulu koperasi nelayan. Kami yakin perusahaan dan bank akan mau memberikan pinjaman dana,” ujarnya.
Keyakinan akan berhasil karena Padangpariaman berpotensi untuk budidaya udang vaname, apalagi lokasi tambak berada wilayah pantai yang mana dekat dengan permukiman nelayan. “Usaha ini sebagai penambah penghasilan nelayan, tanpa meninggalkan aktivitas utamanya,” ujar dia.
Sistem pemberian pakan nantinya bisa diatur oleh kelompok di antaranya dengan bergantian atau meminta anggota keluarga yang tidak melaut untuk mengerjakannya.
Namun hingga saat ini dari lima kecamatan lokasi budi daya udang vaname di Padangpariaman belum ada nelayan atau warga di daerah itu yang memiliki tambak udang tersebut. Tambak udang yang ada saat ini di daerah itu semuanya merupakan milik investor yang menanamkan modalnya di Padang Pariaman.
Lima kecamatan yang berpotensi dikembangkan yaitu di Kecamatan Batang Anai, Ulakan Tapakis, Nan Sabaris, V Koto Kampung Dalam, dan Batang Gasan. Lima lokasi ini pada 2017 mampu memproduksi 1.500 ton udang vaname.
Menurutnya angka tersebut akan jauh meningkat jika nelayan ikut andil dalam pembudidayaan udang vaname.
“Kami pun siap memberikan pendampingan terhadap nelayan untuk budidaya udang ini,” ujarnya.
Terpisah, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengakui kalau harga kebutuhan sembako saat ini mengalami kenaikan yang cukup tajam. “Seperti cabe harga cukup tinggi. Kita telah turun ke pasar-pasar alam meninjau kebutuhan bahan pokok tersebut, seperti ke Pasar Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung,” tambahnya mengakhiri (efa)

Baca Juga  Visit Destinasi sebagai Rutinitas