PADANG, METRO – Semen Padang FC ingin menjadikan laga melawan Persebaya Surabaya di Stadion Haji Agus Salim Kota Padang, Minggu (28/7) pukul 19.00 WIB dalam pekan ke-11 Liga 1 Indonesia 2019, sebagai momentum kebangkitan tim.
Memiliki manajemen baru, Semen Padang FC berharap besok bisa mengubah tren buruknya sepanjang Liga 1 bergulir. Karena, selama 8 laga yang dilakoni, tak sekalipun Kabau Sirah meraih kemenangan. Bahkan diperparah dengan lima kekalahan dan tiga hasil seri.
Pelatih kepala Semen Padang FC, Weliansyah dalam sesi jumpa pers, Sabtu (27/7) mengatakan, dalam laga nanti tim akan berupaya keras memenangkan laga karena dari empat laga kandang belum satupun tim berhasil meraih kemenangan.
“Laga ini dikandang kita dan kita harus memenangkan laga nanti untuk bangkit,” sebutnya.
Weliansyah mengaku akan menginstruksikan kepada pemainnya untuk menekan lawan sejak awal laga sehingga permainan lawan tidak berkembang.
“Kita mengejar gol cepat di awal laga agar kemenangan perdana segera datang,” kata pria yang baru saja dipermanenkan sebagai pelatih kepala ini.
Menurut dia, dalam mempersiapkan tim pihaknya telah menerapkan strategi dalam latihan yang dijalani tim sejak dikalahkan Bhayangkara FC beberapa waktu yang lalu. Apalagi waktu persiapan juga cukup panjang. “Kita matangkan satu per satu dalam 10 hari ini dan kita siap memberikan perlawanan sengit terhadap Persebaya,” ujarnya.
Ia juga menekankan kepada pemainnya agar memberikan kemampuan terbaik mereka karena ini kesempatan untuk bangkit keluar dari zona degradasi.
“Saya ingatkan kepada pemain agar tampil fight dalam laga nanti. Kita dan seluruh pecinta Semen Padang FC sudah sangat ingin untuk menang. Pemain juga saya tekankan bahwa kesemua 27 pemain sama. Saya akan memainkan mereka yang siap untuk meraih kemenangan,” tambahnya.
Mengenai kekuatan Persebaya Surabaya, Weliansyah mengakui seluruh pemain ‘Bajul Ijo’ berbahaya. Untuk itu, Weliansyah berharap anak asuhnya dapat fokus menjaga semua pemain lawan.
“Pemain-pemain Persebaya kita tahu sangat berbahaya. Kita ingin semua pemain untuk mewaspadai semuanya. Dalam latihan kita juga sudah evaluasi semua lini untuk menghadapi laga ini.” ujarnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh pemain bertahan Semen Padang FC, Dedi Gusmawan. Mantan pilar timnas Indonesia ini menyebutkan semua pemain dalam kondisi siap untuk meraih kemenangan.
“Kita sudah siap untuk menghadapi laga ini sesuai intruksi pelatih. Kita juga sudah melakukan evaluasi untuk laga ini dan siap memenangkan pertandingan,” sebutnya.
Sementara itu, Pelatih Peserbaya Surabaya Djajang Nurdjaman mengatakan bahwa jelang hadapi Semen Padanh ia memperbanyak persiapan tim. Berada di peringkat 9 dari 10 hasil laga bukanlah hal yang diinginkan Djajang yang biasa berada di papan atas bersama Persib Bandung ini.
Bahkan dia memberikan latihan terakhir untuk anak didiknya Jumat (26/7) sebelum berangkat ke Padang.
“Alhamdulillah persiapan kami lumayan panjang untuk pertandingan nanti,” kata Djanur.
Selama persiapan itu banyak hal yang dilakukan Djanur untuk mempersiapkan pemainnya. Taktikal pun jadi fokus Djanur.
“Latihan yang kami gelar masih dalam drilling taktikal untuk pemain. Latihan ini harus kita benahi berkaca dari pertandingan sebelumnya,” bebernya.
Katanya, tim cukup senang karena punya tiga kali latihan sebelum bermain. Ini tidak seperti biasanya. “Jadi, kami juga lebih fokus lagi untuk menata taktik,” ucap Djadjang Nurdjaman.
Selain pemahaman taktik, secara khusus, pelatih yang akrab disapa Djanur tersebut juga mengasah lini depan. Djanur ingin membenahi komunikasi dan finisihing pemain depan Bajul Ijo. Seperti diketahui, pemain Persebaya membuang begitu banyak peluang di laga melawan Tira Persikabo, Minggu (21/7) lalu.
Hal ini membuat Ruben Sanadi dan kolega harus puas bermain dengan skor imbang 1-1.
“Karena itulah saya drilling pada hari ini. Kami latih seperti apa alur bola. Mudah-mudahan saja bisa teratasi apa yang menjadi kelemahan kami pada pertandingan yang lalu,” kata Djanur. (heu)





