JAKARTA,METRO – Timnas Indonesia U-22 terancam minus Egy Maulana Vikri di ajang SEA Games 2019 Filipina, November mendatang. Pasalnya, perhelatan multicabang itu tidak masuk ke dalam Kalender FIFA.
Otomatis, Lechia Gdansk selaku pemilik Egy punya hak untuk tidak melepasnya pulang kampung bergabung dengan Timnas Indonesia U-22. Apalagi, kompetisi Liga Polandia juga sedang berjalan saat SEA Games 2019 digelar. Karena multi iven SEA Games ini tidak masuh dakam agenda FIFA, sebab klub klub di Eropa bisa melepas pemainnya memperkuat Timnas masing-masing kalau ivennya masuk agenda FIFA.
Meski begitu, PSSI tidak menyerah. Selain berkirim surat, asosiasi sepak bola Indonesia ini juga berencana menyusun strategi agar Lechia Gdansk bersedia melepas Egy. “Kalau bersurat, pasti sudah. Kami posisi menunggu saja. Tapi, ini bukan soal surat-menyurat, ini persoalan strategi saja,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI, Ratu Tisha Destia kepada wartawan.
“Ini soal strategi apabila ingin mengambil Egy di luar FIFA Matchday. Apalagi ini agenda SEA Games,” kata Tisha.
Selain Egy, Timnas Indonesia U-22 juga membutuhkan tenaga Saddil Ramdani, gelandang sayap klub Liga Super Malaysia, Pahang FA. Peluang bergabungnya Saddil ke Timnas Indonesia U-22 akan lebih besar dibanding Egy. Mengingat, kompetisi domestik serta Piala FA Malaysia telah tuntas pada pertengahan tahun ini.
Namun, Pahang FA masih akan berkiprah di Piala Malaysia pada 3 Agustus – 2 November 2019. Untungnya, turnamen itu tidak berbenturan dengan SEA Games yang dimulai pada 30 November mendatang. “Kalau berkoodinasi dengan Pahang FA akan lebih mudah karena mereka kan masih di Asia Tenggara. Kalau yang di Erooa kan harus memberikan pemahaman lebih,” imbuh Tisha.
“Tak cuma sekali dua kali memberikan pemahaman. Kalau komunikasi secara formal, kami sudah lakukan,” kata sekjen berusia 33 tahun itu. (*/boy)





