METRO SUMBARPDG PARIAMAN/PARIAMAN

Persoalan Penempatan, Pemko Diminta Dengar Aspirasi Pedagang

0
×

Persoalan Penempatan, Pemko Diminta Dengar Aspirasi Pedagang

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Pedagang di sekitar lokasi penampungan berharap agar pembangunan pasar Pariaman bisa berjalan sesuai target yang dijanjikan pemerintah. Selain itu, Pemerintah juga diharapkan mendengarkan aspirasi pedagang dalam hal pemenempatan lokasi berjualan. Sebab, menurut mereka, pedagang lebih tahu apa persoalan yang terjadi di Pasar.
“Kabarnya informasi yang kita terima bahwa pasar ini sudah mulai dikerjakan pada bulan Agustus 2019 mendatang. Makanya kita jelas sangat berharap sekali agar rencana seperti itu bisa terealisasi seperti jadwal waktu sebagaimana harapan semua pihak,” ungkap Hendri Rusli, salah seorang pedagang pakaian.
Menurut mantan Ketua Apsi Kota Pariaman ini dengan direvitalisasinya bangunan pasar Pariaman yang ada sebelumnya tentunya bisa diharapkan dapat menambah daya tarik pengunjung untuk datang berbelanja ke pasar tersebut. Untuk itulah perlu pengaturan sedemikian rupa, sehingga suasana kenyamanan di sekitar Pariaman bisa terwujud seperti diharapkan.
“Untuk itu tentunya pihak terkait juga mesti mau mendengarkan aspirasi dan masukan dari pedagang, karena bukankah mereka yang lebih mengetahui dan merasakan sendiri bagaimana kondisi sesungguhnya yang dihadapi di pasar selama ini,” terangnya.
Sebagai contoh kecil sebutnya, persoalan penempatan pedagang untuk ke depannya juga perlu mendapat perhatian khusus dari pihak pemerintah. Termasuk diantaranya dimana harusnya penempatan pedagang pakaian maupun pedagang kebutuhan harian atau pedagang sayuran.
“Karena dulu kan telah diatur sedemikian rupa, bahwa bangunan bagian bawah itu diperuntukkan untuk pedagang pakaian jadi dan sejenisnya, sedangkan bangunan atasnya baru diperuntukkan bagi pedagang sayur mayur,” terangnya.
Hal itu sebutnya bukannya tanpa alasan yang jelas, karena kebiasaan pedagang sayuran atau pedagang lauk pauk lainnya itu biasanya membutuhkan lahan atau pekarangan yang lebih banyak dibandingkan pedagang kain.
“Namun yang lebih terpenting saat ini, harapan kita bagaimana agar pasar ini bisa cepat dibangun, sehingga dengan begitu pedagang bisa mendapatkan kepastian yang jelas, kapan mereka bisa berjualan kembali di bangunan pasar yang baru tersebut,” bebernya.
Menurutnya, dengan kondisi berjualan di pasar penampungan seperti sekarang ini jelas sangat tidak kondusif untuk kelangsungan nasib pedagang.
“Makanya sebagai pedagang kita jelas sangat mendukung jika memang pemerintah berencana akan segera membangunan pasar yang baru tersebut,” lanjutnya.
Seperti diketahui, dalam rangka revitalisasi dan pembangunan kembali bangunan pasar yang berada di sekitar pusat Kota Pariaman, pihak Pemerintah Kota Pariaman sempat mendapat angin segar berupa kucuran dari departemen terkait di tingkat pusat untuk keperluan pembangunan pasar Pariaman dimaksud. Makanya dengan alasan itu pula pihak Pemko Pariaman atas persetujuan para pedagang akhirnya telah berhasil meruntuhkan bangunan pasar lama untuk kemudian segera diganti dangan bangunan baru yang lebih refresentatif.
Sementara itu, Waki l Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin meminta para pedagang di sekitar pusat Kota Pariaman agar tetap bisa bersabar sembari menunggu dibangunnya kembali pasar kebanggaan masyarakat Kota Pariaman itu.
“Saat ini proses pembangunan pasar itu telah memasuki tahap tender, dan diharapkan insya Allah dalam satu bulan ke depan, hasilnya telah bisa ditetapkan,” kata Mardison Mahyuddin.
Mardison menyebutkan, jika tidak ada aral melintang maka pembangunan pasar Pariaman sudah bisa ditempati atau dirampungkan pada tahun 2020 mendatang. Hal itu juga berarti bahwa pedagang sudah bisa menempatinya seperti harapan semua pihak.
“Memang sesuai harapan kita dan tentunya juga para pedagang, pembangunan pasar Pariaman bisa dibangun secepatnya. Tentunya dengan dukungan dari semua pihak termasuk pedagang, akhirnya proses demi proses kepastian pembangunan kembali pasar Pariaman bisa berjalan seperti diharapkan. Kita juga sudah mendapatkan kucuran dana dari pusat untuk pembangunan pasar itu,” terangnya. (efa)

Baca Juga  Tangan Dingin Nasrul Abit Keluarkan Status Daerah Tertinggal