METRO PESISIR

Antisipasi Paham Radikal dan Teroris, FKPT Acuan Pemerintah

0
×

Antisipasi Paham Radikal dan Teroris, FKPT Acuan Pemerintah

Sebarkan artikel ini

PARIAMAN, METRO – Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Sumatera Barat mengadakan sosialisasi dan rembuk bersama aparatur kelurahan dan desa se Kota Pariaman tentang literasi informasi dengan tema Bersama FKPT Saring Sebelum sharing di Ruang Pertemuan Hotel Safari Inn Kota Pariaman, kemarin.
Noviardi, Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman saat pembukaan rembuk aparatur kelurahan dan desa mengapresiasi kegiatan ini dan banyak terima kasih kepada FKPT karena bersedia melakukan kegiatan ini untuk Kota Pariaman.
“Pemerintah Kota Pariaman banyak terima kasih kepada FKPT karena telah bersedia mengadakan kegiatan ini di Kota Pariaman dan mengundang aparatur Desa/Kelurahan termasuk Bhabinkamtibmas serta Babinsa. Kegiatan ini juga sekaligus nanti menjadi bahan untuk penyuluhan hukum bagi karang taruna dan pemuda di desa,” katanya.
Kewaspadaan memang selalu dilakukan karena semakin berkembangnya zaman, Perkembangan teknologipun bisa mempengaruhi masyarakat sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang tidak benar.
“Pemerintah Desa juga harus meneruskan kerjaan FKPT ke tingkat warga karena sampai saat ini masih ada warga kita yang belum atau bahkan tidak tau dengan mana berita yang benar dan mana yang hoaks, ini tugas selanjutnya Aparatur Desa, Karang Taruna, LPM, Bhabimkamtibmas, Pemuka Masyarakat, Niniak Mamak,” ujarnya.
Ia berharap agar dengan telah dilaksanakannya kegiatan ini bisa menjadi acuan bagi aparatur desa dalam bertugas sehari – hari memantau kondisi sekitarnya sehingga apa yang diharapkan FKPT bisa dilaksanakan.
Sementara itu Ketua FKPT Sumatera Barat, Zaim Rais mengatakan, rembuk ini kita adakan dalam rangka meningkatkan kemampuan anggota, sekaligus sarana untuk menambah wawasan di bidang pencegahan aksi radikalisme dan terorisme. “Karena saat ini sudah banyak didengar terorisme sudah meraja lela,” ujarnya.
Tantangan penyebaran paham radikal atau bahkan yang meningkat menjadi teroris tidak habis sama sekali. Untuk saat ini Kota Pariaman masih aman, tetapi apa yang akan terjadi esok siapa yang tahu dan belum bisa dipastikan aman.
“Memang saat ini ancaman ada dimana – mana, untuk itulah harus ada kewaspadaan, pemahaman apa itu radikalis, apalagi saat ini ada tantangan baru hoaks (berita bohong yang menyebar melalui teknologi informasi ) maka radikalisme plus hoaks menjadi dua tantangan besar mengancam keutuhan, persatuan dan perdamaian dan semuanya menggunakan media sosial, “ tambahnya.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) yang diwakili oleh Kasubdit Kontra Propoganda BNPT Kolonel Pas Sujatmiko mengatakan, “ Terorisme adalah tindak kejahatan luar biasa yang menjadi perhatian dunia bukan sekedar aksi teror semata namun pada kenyataannya tindak kejahatan terorisme juga melanggar hak asasi manusia sebagai hak dasar yang melekat pada diri manusia seperti hak untuk merasa aman dan nyaman.
Penanganan teroris tidak bisa dilakukan aparat keamanan saja. Dibutuhkan dukungan dan koordinasi masyarakat dan aparatur desa/kelurahan. Bersama saling mendukung menghadapi potensi ancaman terorisme sebagai musuh bersama.
Kegiatan ini dihadiri oleh Noviardi, SH (Asisten I Sekretariat Daerah Kota Pariaman), Kol. Drs. Sudjatmiko (Kasubdit Kontra Propaganda Deputi 1 Bidang Pencegahan BNPT RI), DR. Zaim Rais, MA (Ketua FKPT Sumatera Barat), Kepala Desa se Kota Pariaman, Lurah se Kota Pariaman, tokoh agama, tokoh adat se Kota Pariaman, Babinsa Kodim 0308/Pariaman, Bhabinkamtibmas Polres Pariaman. (efa)