Pemko Bukittinggi menyabet penghargaan prestisius kabupaten dan kota Layak Anak (KLA) 2019 Tingkat Madya, pada rangkaian acara Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2019.
Penghargaan diserahkan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yembise kepada Wawako Bukittinggi Irwandi pada Selasa (23/7) malam, di Hotel Four Point Makassar, Sulawesi Selatan.
Tak hanya KLA Tingkat Madya, Pemko Bukittinggi meraih penghargaan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) tersertifikasi yaitu Taman SBY yang berlokasi di depan Taman Makam Pahlawan Gulai Bancah.
Wakil Walikota Bukittinggi Irwandi mengatakan, capaian KLA Tingkat Madya yang diraih Pemko Bukittinggi ini telah naik dari predikat tahun 2018 lalu yakni tingkat Pratama. Irwandi pun bersyukur dan bangga Pemko Bukittinggi sukses menunjukkan lompatan mengesankan dengan memboyong predikat Tingkat Madya.
Upaya Pemko Bukittinggi dalam pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan, membuahkan hasil dengan diraihnya penghargaan sebagai Kota Layak Anak Kategori Madya Tahun 2019.
Irwandi melanjutkan, apresiasi/penghargaan pelaksanaan KLA di daerah diberikan dengan 5 jenis kategori. Antara lain Pratama (pemula), Madya (cakupannya sudah 60 persen di tingkat Kabupaten/Kota), Nindya (80 persen), Utama (sudah 100 persen) atau berarti seluruh anak di daerah tersebut sudah terpenuhi semua haknya dari lahir sampai remaja, dan capaian tertinggi yaitu Kabupaten/Kota Layak Anak.
Kata Irwandi, Pemko Bukittinggi telah mengadopsi pengembangan KLA sejak 2015. Keberhasilan Bukittinggi tak terlepas dari dukungan penuh Gugus Tugas dan Pokja Data KLA yang telah memberikan kontribusi berupa data serta informasi pendukung terhadap lima klaster evaluasi KLA, yaitu (1) Kelembagaan, Hak Sipil dan Kebebasan, (2) Lingkungan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif, (3) Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan Pendidikan, (4) Pemanfaatan Waktu Luang dan Kegiatan Budaya dan (5) Perlindungan Khusus bagi Anak. Kategori Madya yang diraih Bukittinggi tahun ini setingkat lebih tinggi dari tiga periode penilaian sebelumnya (2015 – 2018) berturut-turut berada pada Kategori Pratama.
Irwandi mengakui, penghargaan Kategori Madya yang Bukittinggi raih tak lepas dari peran serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Forum Anak, masyarakat, serta anak-anak Kota Bukittinggi. “Diraihnya kembali penghargaan Kota Layak Anak ini, tentunya bukti dari kerja keras serta komitmen pemerintah daerah, dunia usaha dan seluruh masyarakat Kota Bukittinggi dalam memberikan perhatian terhadap upaya pemenuhan hak dan perlindungan anak, termasuk perhatian terhadap tumbuh kembang anak di Kota Bukittinggi,” ujar Irwandi.
Irwandi pun mengharapkan penghargaan ini meningkatkan semangat untuk terus mewujudkan Kota Bukittinggi Layak Anak.Penilaian KLA dilakukan oleh pakar anak, serta kementerian atau lembaga. Di antaranya Kemenko PMK, Kemendagri, Bappenas, Kemenkumham, Setneg, Kantor Staf Presiden, dan KPAI. Tahapan penilaian melalui empat tahap, yaitu mandiri, administrasi, verifikasi lapangan, dan finalisasi.
Tahun ini ada 247 kabupaten dan kota yang mendapatkan penghargaan Kabupaten/ Kota Layak Anak. Ada peningkatan 40% jumlahnya dari tahun lalu. Target kementrian, tahun 2030 negara menjadi Indonesia Layak Anak (IDOLA).
Penyerahan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2019 yang dilaksanakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, di Makassar tersebut, juga dihadiri gubernur, bupati/wali kota se Indonesia, dunia usaha, dan pemerhati anak. (u)





