BERITA UTAMA

Bekerja dengan Hati Bagian dari Pengabdian

0
×

Bekerja dengan Hati Bagian dari Pengabdian

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Tak terlihat lelah atau letih di wajahnya Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol H. Fahkrizal ini. Entah sudah berapa kali dia menerima kunujungan tamu sejak dari pagi hari. Hingga sore, senyumannya pun masih terpancar tulus ketika menerima dan melayani tamu yang masih terus berdatangan.
Selasa (24/7) sore sekitar pukul 15.00 WIB, ruang tunggu tamu yang berada di depan ruangan Kapolda masih terlihat ramai. Sejumlah tamu menunggu giliran untuk bertemu langsung dengan Kapolda . Dua petugas di depan ruang itu, stand by melayani dan memberi arahan kepada tamu yang menunggu.
Tidak berapa lama menunggu, terdegar imbauan dari petugas jaga.
“Yang dari POSMETRO PADANG dipersilahkan untuk masuk ke ruangan bapak Kapolda,” kata salah seorang petugas jaga itu. Rombongan yang dikomandoi GM POSMETRO PADANG Syukron Putra itu pun langsung bergegas masuk.
Ternyata, Kapolda sudah stanbay menunggu di dalam. Dibalut seragam lengkap dengan bintang dua di bahunya serta atribut kepolisian lengkap, Fakhrizal terlihat begitu gagah.
Meski menjadi nomor satu penjabat utama di Kepolisian Sumatera Barat, ternyata tak membuat Fakhrizal membatasi diri untuk bertemu dengan siapa saja mau bertemu dengannya.
Menurutnya, menjalin keakraban dan silaturahmi itu perlu dilakukan dengan siapasaja. Apalagi dengan POSMETRO PADANG. “Polisi dan media itu merupakan mitra dan saling membutuhkan. Saya sangat kenal dengan koran POSMETRO. Sebagai salah satu koran terbesar di Sumbar dengan sekmen kriminal, POSMETRO PADANG banyak membantu tugas polisi menyampaikan dan meneruskan informasi kepada masyarakat,” kata Irjen Pol Fakhrizal.
Terkait pola pelayanan mudah yang dia berikan, menurut Fakhrizal, seseorang yang ingin mengabdikan dirinya untuk masyarakat, orang tersebut harus bisa mengorbankan dirinya untuk kepentingan selain dirinya.
“Untuk itu, dalam bertugas yang harus diterapkan itu adalah melayani dan bekerjalah dengan hati,” ungkapnya.
Dalam memiminpin pun Fakhrizal tak berjarak dengan bawahannya. Dia sangat sadar pemimpin itu harus bisa menempatkan diri sebagai bapak dan pelindung bagi jajaran.
Fakhrizal tidak pernah menampilkan dirinya sebagai seorang Jenderal Polisi yang harus ditakuti dalam kehidupan sehari-hari. Begitu jugadalam penerapan aturan. Selalu berupaya memberikan contoh yang terbaik bagi anggotanya. Seperti, ketika berkendaraan, meski dalam pengawalan anggotanya, dia selalu menyampaikan jangan sampai melanggar rambu-rambu berlalulintas. Baik itu menerobos lampu merah .
Bahkan, ketika sedang rapat pun bila terdengar suara adzan, semua aktivitas rapat dia hentikan. Langsung bergegas sholat. Sehingga, semua anggota pun ikut dan terbiasa dengan hal itu.
Irjen Pol Fakhirzal juga memiliki hati yang lembut. Dia selalu terenyuh jika melihat kondisi mayarakat kecil yang butuh pertolongan. Baginya, bisa berbagi dengan masyarakat kecil ada sebuah kebahagian tersendiri. “Saya sangat yakin, menjadi pemurah tidak akan mengurangi rezeki kita,” ungkapnya.
Fakhrizal memang sudah terbiasa memberi dan membantu.
“Selagi saya mampu, siapa pun dia pasti akan selalu saya bantu. Saya memang merasa sedih kalau melihat saudara-sudara kita yang secara finansial kurang beruntung. Saya selalu tanamkan sifat dan karakter memberi kepada sesama itu di keluarga maupun di lingkungan kerja,” ungkap bapak empat anak itu.
Dalam pertemuan itu, juga sempat muncul diskusi tentang Pilkada sumbar 2020. Menurutnya, Untuk menjadi seorang pemimpin di Sumbar masyarakat harus melihat beberapa kriteria. Pertama, diyakini mampu bisa mengabdikan dirinya untuk masyarakat luas. Sebab pemimpin itu bukan untuk sekelompok golongan saja, akan tetapi untuk semua orang.
Kemudian, seorang pemimpin mesti memiliki trek record yang baik. “Mau berasal dari birokrat, kepala daerah, ataupun Polri, TNI, Pengusaha dan apapun profesinya itu, masyarakat harus bisa melihat latar belakangnya,” terangnya.
Sosok pemimpin juga harus mampu menjalin hubungan baik antara daerah dengan pusat. Sebab, kepentingan daerah tidak akan terlepas dari kebijakan pemerintah pusat. “ Jika pemimpin di daerah bisa bersinergi dengan pemerintah pusat, maka dana dari pusat akan mudah ditarik ke daerah dan pembangunan daerah pun lancar,” jelasnya.
Terakhir, seorang pemimpin, harus mampu menjaga marwah keluarganya, atau memiliki kehidupan yang harmonis.
“Jika keluarga tidak harmonis, tentu akan berdampak buruk pada kepemimpinannya,” pungkasnya. (rgr)

Baca Juga  Geger! Ada Bayi Laki-laki dalam Rawa di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Berhasil Diselamatkan, Diduga Sengaja Dibuang