PADANG, METRO – Sejumlah nama calon Gubernur Sumbar sudah muncul kepermukaan dan mendapatkan dukungan dari Partai. Salah satunya Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni yang mengaku sudah mendapat restu dari Ketua umum (Ketum) Zulkifl Hasan.
Ali Mukhni membeberkan, jika dirinya siap maka Ketum PAN akan langsung melayangkan SK. “Kata Ketum kapan saja saya mau langsung dikeluarkan SK,” kata Ali Mukhni saat diwawancarai awak media di Padang baru-baru ini.
Ali Mukhni mengklaim, Ketum PAN telah memberikan dukungan kepada dirinya. Bahkan sudah disampaikan dalam beberapa rapat resmi pertai. Kendati demikian, dia belum memikirkan soal Pilgub karena ingin fokus melanjutkan pembangunan di Kabupaten Padangpariaman.
“Kemarin juga ditelpon, kalau bapak Bupati mau ke Jakarta Minggu ini, maka minggu ini juga akan saya keluarkan SK nya. Terimakasih kepada yang peduli, tapi saya fokus ke pembangunan dulu, melanjutkan jalan jalur dua ke Asrama Haji, Masjid Raya Padang Pariaman dan Tarok City,” tukasnya.
Dia juga mengatakan bahwa Ketum sudah menyebutkan bahwa untuk calon gubernur itu harus dari Ketua DPW, untuk calon Bupati/Walikota dari DPD.
“Selama ini tidak ingin saya sebut, tapi dipancing juga saya,” ujar Ali Mukhni mengakui terpancing dengan pertanyaan seputar Pilgub 2020.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Sumbar, Irsyad Syafar juga menyebutkan, bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumbar sudah menyiapkan tiga kader terbaiknya untuk persiapan di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumbar 2020.
Tiga kader tersebut adalah mantan menteri Tifatul Sembiring, Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wali Kota Payakumbuh Riza Pahlevi. “Ada tiga kader PKS yang sudah masuk bursa untuk maju di Pilgub Sumbar 2020. Mereka adalah Tifatul, Mahyeldi dan Riza Pahlevi,” ujar Irsyad Syafar.
Irsyad mengatakan, dalam dua periode Pilgub sebelumnya, PKS sukses menempatkan kadernya menjadi gubernur, yaitu Irwan Prayitno. Pada Pilgub 2010, PKS berkoalisi dengan Hanura dan PBR mengusung pasangan Irwan Prayitno-Muslim Kasim dan sukses memenangkan Pilgub.
Kemudian pada Pilgub 2015, PKS juga berkoalisi dengan Gerindra mengusung Irwan Prayitno-Nasrul Abit dan juga sukses menjadi pemenang dengan mengalahkan Muslim Kasim-Fauzi Bahar.
“Pada Pilgub 2020 nanti, Irwan Prayitno tidak bisa lagi maju karena sudah dua periode sehingga kita cari kader terbaik lainnya,” tukas anggota DPRD Sumbar itu.
Pendukung 01 Sulit Menang
Merespon Pilkada Sumbar yang digelar September 2020 mendatang, pengamat Politik dari Unand Padang, Najmuddin M Rasul menilai tantang cukup berat bagi calon pendukung 01 (Jokowi-Ma’ruf Amin) maju pada Pilkada.
“Pendukung 01 agak berat di Sumbar, walaupun ditingkat elit sudah dingin, di akar rumput agak susah move on apalagi Sumbar,” tutur Najmuddin, kemarin.
Menurut Doktor Komunikasi Politik jebolan Universitas Kebangsaan itu, aroma Pilpres masih sangat tinggi hingga Pilkada 2020 nanti.
Artinya, dalam mindset masyarakat Sumbar saat ini sudah tertanam mana tokoh yang mewakili mereka saat Pilpres dan yang tidak.
“Faktor psikologis politik harus diperhatikan bagi para calon gubernur, bupati dan wali kota yang akan maju nanti agar peluang terpilihnya lebih banyak,” kata Najmuddin. (mil)





