Kota Pariaman – PENDIDIKAN Anak Usia Dini (PAUD) sangat menentukan dalam mencetak generasi masa yang baik dalam segala bidang. Mereka generasi muda bangsa wajib dibina semenjak lahir. Dengan demikian mereka akan lahir sebagai generasi muda bangsa yang siap pakai dan siap melanjutkan tongkat pembangunan Kota Pariaman yang lebih baik ke depannya.
Atas dasar itulah salah satunya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) lahir dan berkembang di Indonesia ini hingga kini. Berdasarkan kondisi demikian juga PAUD juga berkembang pesat di Kota Pariaman. PAUD-PAUD yang ada di Kota Pariaman langsung dibina oleh Pemko Pariaman melalui Bunda PAUD maisng-masing, dari mulai tingkat desa sampai tingkat kota.
“Tepat Sabtu kemarin, pengukuhan Bunda PAUD se Kota Pariaman langsung dihadiri Bunda PAUD Propinsi Sumatra Barat. Bunda PAUD yang dikukuhkan tersebut mulai dari Kecamatan, Desa/Kelurahan se-Kota Pariaman,” kata Suhaimi Kabid Pendidikan Non Formal di Dinas Dikpora Kota Pariaman dalam acara tersebut, kemarin.
Katanya, Bunda PAUD ini adalah predikat yang diberikan kepada istri kepala pemerintah dan kepala daerah (Presiden, Gubernur, Bupati/Walikota/ Camat, Kepala Desa/Lurah) atau disandang langsung oleh kepala pemerintahan dan kepala daerah perempuan yang merupakan penggerak utama dalam pembinaan layanan pendidikan bagi anak usia dini (0-6 tahun) di wilayahnya guna mendukung terwujudnya layanan PAUD yang berkualitas.
“Jadi berdasarkan Keputusan Walikota Pariaman Nomor : 321/801/2019, tanggal 15 Juli 2019 tentang Pelantikan dan Pengukuhan Bunda PAUD Kota Pariaman , kami mengadakan kegiatan ini dengan pembiayaan kegiatan bersumber dari DPA Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman dengan nama kegiatan Fasilitasi Bunda PAUD Kota Pariaman,” ujarnya.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ini merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lanjut.
Sementara itu, Walikota Pariaman H Genius Umar mengatakan tugas yang paling utama adalah memastikan bahwa anak-anak bangsa di Kota Pariaman ini sudah terlayani oleh lembaga PAUD di wilayah masing-masing. Bunda PAUD juga memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak yang lahir memiliki identitas berupa akta kelahiran agar mereka dapat menjadi warga negara Indonesia yang terlindungi hak-haknya sejak dini.
Selain itu katanya, Bunda PAUD juga harus mendorong agar para orang tua juga ikut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Bina Keluarga Balita yang disinyalir saat ini partisipasi orang tua sangat kecil, dan cara pengasuhan yang disampaikan di PAUD jangan sampai berbeda atau bahkan bertolak belakang dengan pola pengasuhan di rumah.
Sedangkan Bunda PAUD Provinsi Sumatera Barat Ibu Nevi Irwan Prayitno menyatakan bahwasanya Bunda PAUD itu harus meningkatkan layanan yang berkualitas demi generasi penerus bangsa.
Semoga dengan dilantiknya bunda paud-bunda paud yang ada di Kota Pariaman ini bisa meningkatkan angka partisipasi pasar dan jumlah lembaga paud akan semakin meningkat juga dengan dukungan dari dana APBD dan juga sumber-sumber dana yang lainnya.
Beliau juga berpesan kepada seluruh pendiri PAUD jangan hanya mengandalkan dana APBD, tapi juga harus bisa mengandalkan dana yang ada di sekitarnya seperti orang rantau atau orang-orang kaya yang ada di sekitarmua untuk bisa menggelontorkan dananya untuk PAUD ini yang berkualitas , layanan PAUD yang berkualitas adalah dengan meningkatkan partisipasi layanan masyarakat tentang pengetahuan mengenai pola asuh, kesehatan gizi, perawatan dan perlindungan anak serta lingkungaa ramah anak.
“Untuk itu marilah kita sama-membangun pondasi kecerdasan anak mulai dari usia dini ini,” ujarnya.
Dalam acara itu langsung Bunda Paud Provinsi Sumatera Barat Nevi Irwan Prayitno melantik dan mengukuhkan Lucyanel Genius sebagai Bunda PAUD Kota Pariaman, setelah itu Bunda PAUD Kota Pariaman langsung juga melantik dan mengukuhkan Bunda PAUDyang di tingkat Desa dan Kelurahan.
Hadir dalam kegiatan ini Bunda PAUD Provinsi Sumatera Barat, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kota Pariaman, Ketua GOW Kota Pariaman,Camat, Lurah dan Desa se-Kota Pariaman, Ketua Himpaudi se-Kota Pariaman, dan acara ditutup dengan sesi foto bersama dengan Bunda Paud Provinsi Sumatera Bara
Tingkat Kopetensi
Dalam rangka meningkatkan kompetensi pendidik untuk mendidik anak usia dini dan pendidikan dasar usia 0 – 8 tahun, ratusan guru PAUD, SD kelas I dan II se-Kota Pariaman mengikuti seminar nasional SB3 (Satu Bulan Bisa Baca) yang dipelopori oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Pendidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Pariaman.
“Metode ini sangat menyenangkan bagi anak dalam memberikan konsep awal untuk keaksaraan,” ujar Suryana Sari anggota Himpaudi Kota Pariaman.
“Karena pendidikan dasar itu usianya dari 0-8 tahun maka pesertanya adalah dari PAUD, TK, SD (guru kelas I,II) dan juga untuk orangtua. Jadi orangtua nanti juga bisa mengajarkan dirumah biar metode yang diajarkan sinkron antara sekolah dengan orangtua,” lanjutnya lagi.
Anggota Dewan Pendidikan Kota Pariaman ini berharap semoga kedepan cara guru mengajar akan lebih baik dan lebih menyenangkan lagi dan cepat diterima oleh anak, dan kami juga berharap kepada pemerintah selalu mensuport kegiatan semacam seminar ini dalam rangka meningkatkan kompetensi guru-guru dan para pendidik.(Efa)





