BERITA UTAMA

Hujan Lebat, 8 Rumah Dihantam Longsor

0
×

Hujan Lebat, 8 Rumah Dihantam Longsor

Sebarkan artikel ini

Akibat hujan yang turun cukup deras, delapan unit rumah di Tansi Kariang, Jorong Ulu Suliti III, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh, Solsel dihantam longsor Sabtu (5/12) sekitar pukul 18.30 WIB. Usai kejadian, sejumlah warga dan Muspika juga melakukan pembersihan di lokasi tersebut.
SOLSEL, METRO–Akibat hujan yang turun cukup deras, tujuh unit rumah di Tansi Kariang, Jorong Ulu Suliti III, Nagari Pakan Rabaa Utara, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh dihantam tanah longsor pada Sabtu (5/12) sekitar pukul 18.30 WIB. Beruntung pada peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi dari tujuh rumah tersebut ada empat dinding rumah yang jebol dan tiga tertimbun di bagian belakang rumah mereka.
Selain itu, akibat tanah longsor yang melanda Ulu Suliti ini, tanaman padi masyarakat yang sedang menghijau dihantam air dan pasir serta tanah. Perladangan cabai dan bawang warga juga ikut longsor. Akibatnya, sejumlah warga tidak hanya mengalami kerugian materil, tapi hasil ladang mereka juga tidak bisa dijual lagi.
Wali Nagari Pakan Rabaa Utara, Novera Wandra kepada POSMETRO, Minggu (6/12) kemarin mengatakan, akibat tanah longsor tersebut setidaknya ada delapan rumah warga yang terkena longsoran tanah. Ada sekitar lima hektare lahan persawahan warga disapu air dan menyebabkan gagal panen serta satu hektare lahan perkebunan cabai dan bawang warga juga ludes akibat longsor.
Longsor yang terjadi di Jorong Ulu Suliti 3 ini terjadi sekitar pukul 18.00 WIB atau menjelang waktu Maghrib. Karena, saat itu hari masih sore dan warga belum istirahat malam. Sehingga pada peristiwa tanah longsor ini tidak ada korban jiwa. Masyarakat yang sedang berada di dalam rumah bisa melarikan diri.
”Data yang dikumpulkan oleh kepala jorong setempat, ada delapan rumah warga yang terkena tanah longsor. Empat rumah bagian belakang jebol dihantam tanah dan empat lagi juga tertimbun tapi tidak membuat dindingnya jebol,” ujar Wali Nagari.
Selain itu, akibat longsor di Jorong Ulu Suliti, akses warga menuju Tansi Kariang juga terhambat karena jalan tertutup material longsor sepanjang 10 meter. Namun, masyarakat sekitar saat ini berharap pemerintah daerah bisa segera melakukan tindakan untuk mengatasi hal yang telah terjadi maupun yang akan terjadi karena saat ini cuaca masih sering turun hujan.
”Kami sangat berharap ada tindakan dari pemerintah daerah untuk mengatasi ini dan membersihkan sisa material longsor sehingga warga kembali bisa normal beraktifitas. Untuk sementara bantuan berupa sembako dan logistik telah diterima oleh warga,” ungkapnya.
Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel, Editorial menyebutkan, data rumah warga yang terkena longsor secara keseluruhannya ada tujuh rumah, empat di antaranya dinding belakang rumahnya jebol dan tiga hanya tertimbun. Mungkin data nagari bertambah satu itu ada rumah warga yang samping rumahnya tertimbun dan tidak besar namun tidak mengenai rumah.
”Data yang ada pada kami hanya tujuh unit, satu rumah tersebut memang longsor di samping rumah dan tidak sampai mengenai rumah. Longsor tersebut juga tidak besar,” jelasnya.
Akibat longsor tersebut, setidaknya kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp50 juta. Karena, selain rumah warga tersebut ada persawahan sekitar satu hektar dan kebun cabai serta bawang. Karena lokasi longsor tidak bisa diakses oleh alat berat karena pemukiman warga, untuk membuang sisa material yang menimbun rumah warga tentunya dengan cara bergotong-royong.
”Untuk membuang sisa material ini dibutuhkan partisipasi warga untuk bergotong-royong bersama pihak BPBD,” akunya. (afr)