BERITA UTAMA

Ayah dan Anak Tewas dalam Sumur Diduga Menghirup Gas Beracun

0
×

Ayah dan Anak Tewas dalam Sumur Diduga Menghirup Gas Beracun

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, METRO – Warga Kelurahan Tarok Dipo, Kecamatan Guguak Panjang, Kota Bukittinggi digemparkan dengan penemuan dua mayat yang ternyata ayah dan anak. Keduanya tewas di dalam sumur, Sabtu (20/7) sekitar pukul 13.00 WIB di lokasi yang tak jauh dari Fly Over itu.
Informasi yang dihimpun koran ini, diketahui anak dan ayah ini sedang membersihkan sumur menggunakan mesin genset. Diduga terlalu banyak menghirup gas beracun yang berasal dari mesin genset, mereka kehabisan nafas. Terjatuh dan tewas di tempat.
Warga sekitar, Fitria (36) menuturkan, kedua korban masuk ke dalam sumur yang mereka gali untuk dibersihkan atau diperdalam pada siang itu.
”Kami menduga mereka kehabisan oksigen (O2) atau keracunan gas karbonmonoksida (CO) dalam sumur. Sehingga ayah dan anak itu meninggal di dalam sumur galian tersebut,” ucapnya.
Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Bukittinggi Ahmad Jaiz mengatakan, pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat jika ayah dan anak tersebut ditemukan di dalam sumur dalam keadaan duduk terkulai. Tersandar ke dinding sumur.
”Mendapat informasi tersebut tim langsung turun ke lokasi dan mengevakuasi kedua korban. Tiga puluh menit kemudian kedua korban baru bisa dikeluarkan dari sumur. Karena lokasi yang sulit dimasuki dan takutnya masih banyak sisa gas beracun,” katanya.
Ahmad Jaiz menyebut, diduga keduanya tewas di lokasi kejadian setelah menghirup gas beracun yang keluar dari mesin genset.
“Warga menelepon pihak-pihak terkait untuk mengevakuasi korban. Warga juga sudah menduga keduanya meninggal dunia dikarenakan keracunan gas,” ucapnya.
Ahmad Jaiz menambahkan, setelah dievakuasi kedua korban yang diketahui bernama Adek Emanson (45) dan anaknya Ipang (20), warga Rajau Bukit Apit, Bukittinggi itu memang sudah dalam kondisi tak bernyawa dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi.
”Kedua korban berada dalam sumur dengan kedalaman 13 meter dalam posisi duduk. Diduga korban keracunan akibat menghirup gas. Apalagi korban juga memasukan satu unit genset di dalam sumur. Kemungkinan korban akan menguras air di dalam atau memperdalam galian sumur tersebut,” Jelasnya.
Siang kemarin, sebutnya, kedua korban telah berada di RSAM Bukittinggi untuk dilakukan visum. Selanjutnya kedua jenazah akan dibawa pihak keluarga ke rumah duka.
Kapolsek Kota Bukittinggi AKP Chairul Amri Nasution SIK ketika dikonfirmasi mengatakan, bahwa timnya telah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP). Setiba di sana, tim melakukan olah TKP berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Bukittinggi. Mereka mencari fakta di lapangan dan informasi masyarakat.
”Saat ini kami sudah membawa kedua korban ke RSAM Bukittinggi untuk dilakukan visum. Kemungkinan kedua korban tersebut terkena racun atau asap dari mesin genset,” jelasnya.
Sebelumnya ahli Kesehatan Lingkungan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada (UGM), Adi Heru Husodo mengatakan seseorang bisa mengalami keracunan gas yang berisi kandungan karbon monoksida. Menurut Adi banyak sekali kasus seperti ini terjadi. Biasanya para korban meninggal saat beraktivitas di dalam sumur. Semakin dalam sumur, biasanya kandungan karbon monoksida tinggi.
Katanya, biasanya kedalaman sumur yang sudah mulai mengandung karbon monoksida sedalam belasan meter. Di sumur, gas karbon monoksida terperangkap di ruang yang sempit, sehingga gas yang beracun itu pun terkumpul menjadi satu, statis dan stabil. “Jadi, bila ada pekerja menghirupnya, bisa langsung berakibat buruk baginya,” kata Adi.
Ada cara sederhana yang bisa dilakukan penggali sumur untuk mengecek apakah sumur itu mengandung gas beracun atau tidak. Yaitu dengan melempar obor ke dalam sumur. Bila obor masih menyala saat mencapai dasar, maka oksigen di dalam sumur itu masih ada dan cukup untuk pekerja. Api hanya bisa menyala bila ada oksigen. Sebaliknya, bila obor itu mati, maka ada kemungkinan oksigen tidak ada, dan sumur itu mengandung gas berbahaya.
Adi menyarankan agar para penggali melakukan tindakan pencegahan terlebih dahulu sebelum turun mengecek dasar sumur. Selain itu, peralatan perlindungan pekerja pun penting untuk digunakan bagi kegiatan dengan risiko tinggi itu. Bisa saja dengan mengikat tali di pinggang si pekerja yang akan menggali sumur.
“Sehingga bila ada masalah seperti ternyata ada gas berbahaya, pekerja bisa diselamatkan dengan langsung ditarik ke atas,” katanya. (u)

Baca Juga  Bermain Api, Penghuni Tewas Dalam Rumah